Blog yang berisi berita - berita, pikiran - pikiran, kisah dan tulisan - tulisan yang di tulis langsung oleh Rissa Indrasty, seorang mahasiswa jurusan jurnalistik . :)

Paramore

Paramore itu merupakan sebuah grup musik asal Amerika Serikat yang dibentuk pada tahun 2004. Grup musik ini bermarkas di Franklin, Tennessee.

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 April 2016

“Perempuan Jam Satu Pagi masih diluar”

Oleh : Rissa Indrasty

“Pada dasarnya tidak pantas ada perempuan jam 01.00 pagi masih berada diluar, Pasti imagenya sudah gak bener”, ungkap Muhammad Ridwan , salah satu satpam yang di temui di Student Center Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung , Rabu (25/11/2015).

Satpam pernah mendapati mahasiswa laki-laki membawa mahasiswi perempuan pukul 01.00 WIB ke kampus. Hal – hal yang tidak diinginkan yang dilakukan oleh mahasiswa ini, menyebabkan diberlakukannya jam malam di kampus yang terletak di Jalan A. H. Nasution Nomor 105 Cibiru , Kota Bandung.

Jam malam telah diberlakukan oleh pihak kampus sejak tahun lalu. Sebelumnya batas jam malam hingga pukul 23.00 WIB , tapi untuk sekarang batas jam malam telah di majukan lebih awal. Tepat pukul 20.30 WIB semua lampu digedung perkuliahan dimatikan dan otomatis semua kegiatan mahasiswa yang sedang berjalan langsung dihentikan.

Tetapi, untuk para mahasiswa laki-laki yang ingin berada di ruang sekretariat masih diperbolehkan, sementara untuk yang perempuan dipersilakan untuk pulang.

Selain itu, bagi mahasiswa yang ingin melaksanakan kegiatan melewati batas jam malam, harus meminta izin terlebih dahulu kepada pihak kemahasiswaan. Jika sudah diizinkan pun, kegiatan tersebut harus tetap dijaga oleh satpam.

Para satpam sendiri merasa diuntungkan dengan diberlakukannya jam malam. Karena sebelumnya, satpam harus bekerja sampai pagi, harus menyisir seluruh kampus secara extra dan harus menegur mahasiswa. Hingga saat ini belum ada pemberontakan dari mahasiswa, mereka masih mengikuti dan menurut ketika kegiatannya terpaksa harus di hentikan oleh satpam ketika sudah lewat jam malam.


Share:

Indonesia’s Sketcher Gathering dan sketching ke-34


Komunitas seni Indonesia’s Sketcher Group Bandung mengadakan gathering dan sketching ke- 34, di Taman Film, bawah Jalan Layang Pasupati Bandung, 4 hari lalu.

Acara yang di mulai pada pukul 10 pagi ini, di isi dengan kegiatan menggambar bersama-sama dengan membawa peralatan gambar dan alat lukis masing – masing.

Objek yang di gambar para sketcher berupa situasi dan kondisi yang di lihat secara langsung di lokasi, seperti bangunan di taman film,  orang yang sedang berduduk santai, maupun para penjual makanan. Lalu, Pada akhir kegiatan para sketcher mempresentasikan hasil karyanya dan saling bertukar kritik dan saran tentang hasil karya para anggota.

Acara ini di lakukan dengan tujuan agar para anggota tidak bosan untuk terus menghasilkan karya.

"kegiatan indonesia’s sketcher sebelumnya pernah dilaksanakan di taman film, tapi kembali dilakukan di lokasi yang sama karena lokasi ini memiliki banyak objek gambar untuk menghasilkan karya", ungakap, Tenny Nurwidiani,  yang merupakan admin Indonesia’s sketcher.
Share:

West Java Coffee Festival 2015



Industri Dagang Jawa Barat menggelar West Java Coffee Festival 2015 / di atrium selatan Trans Studio Mall, Jalan Gatot Subroto nomor 289 Bandung.

Acara yang mengusung tema kopi Jabar cita rasa legenda ini, menampilkan berbagai jenis kopi dari Jawa Barat.

Para pengunjung yang hadir pada acara ini, dapat melihat bagaimana proses pembuatan kopi secara langsung oleh para barista dan dapat mencicipi semua jenis kopi secara gratis.

Selain itu, acara ini juga disertakan workshop dan beberapa kompetisi, seperti Latte Art Competition,barista competition, golden cup competition dan lomba seduh kopi.

Acara ini di sambut antusias oleh para pengunjung, dari mulai para pecinta kopi hingga para pengunjung yang hanya ingin mencicipi kopi.

“acara ini merupakan acara yang bagus karena bertujuan memperkenalkan berbagai jenis kopi dari Jawa Barat”, ungkap Hadi Darmawan, salah satu pengunjung yang menikmati acara ini.
Share:

Berkurangnya Jumlah Pembelian Cabai



Oleh : Rissa Indrasty

Bandung - “Yang beli cabai jadi berkurang, dari 1 ons menjadi ½ ons misalnya” ujar Hj.Mamah (52) salah satu pedagang saat di tanyai di Pasar Induk Gedebage, Selasa (18/11).

Harga cabai merah merangkak naik di pasaran sejak awal pekan. Harga cabai yang sebelumnya Rp 55 ribu per kilogram (kg) menjadi Rp 65 ribu per kg.Kondisi ini di keluhkan oleh para pembeli yang berbelanja ke pasar.
“Pembeli sudah pasti komplen, kenapa sih harganya jadi naik.ibu mah gatau,emang dari distributor nya yang naikin harga” ungkap Hj.mamah.
Naiknya harga cabai dikarenakan pasokan dari distibutor di Lembang yang minim.Di duga kondisi ini di picu oleh cuaca yang tidak menentu dan hasil panen cabai mulai menurun.Selain itu, kenaikan harga BBM tidak menutup kemungkinan semakin melonjaknya harga cabai di pasaran.
Tidak hanya cabai, harga buncis juga merangkak naik.Selain itu, harga kebutuhan pokok lain seperti beras,daging,telur masih stabil.Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan harga kebutuhan pokok lain juga ikut melonjak karena naik nya harga BBM.




Share:

Arisan Kurban di Cibiru Hilir





Bandung – Para warga di daerah Cibiru Hilir mengadakan arisan kurban dalam rangka menyambut hari raya kurban.Para warga yang tinggal di Cibiru Hilir RT 4 RW 4 yang terdiri dari 22 orang tersebut berinisiatif mengadakan arisan kurban untuk membeli sapi dan kambing bersama-sama.

Para warga yang mengadakan arisan kurban selama 12 bulan tersebut berhasil membeli 3 ekor sapi dan 1 ekor kambing.Setiap warga mengumpulkan biaya sebesar Rp.200.000 per-orang setiap bulannya untuk membeli 3 ekor sapi, sedangkan biaya untuk membeli 1 ekor kambing di keluarkan oleh satu orang saja.

Menurut penuturan salah satu warga yang merupakan ketua RW di daerah tersebut, antusiasme warga dalam menyambut arisan kurban di sambut sangat baik oleh para warga.

“Antusias warga menyambut baik, para panitia pengurus kurban mengadakan perkumpulan arisan kurban ini malah di sambut gembira, biasa nya kan tidak ada.Kalau tahun kemarin baru satu orang.” Kata Didik haryadi, di lokasi pemotongan sapi Cibiru Hilir, Minggu (05/10/2014).

Para warga yang berhasil mengumpulkan biaya sejumlah Rp.16.800.000 untuk satu ekor sapi tersebut, berencana akan mendistribusikan daging kurban kepada 4 RT, yang selebihnya akan di distribusikan ke masyarakat luar wilayah RW tersebut.













Share:

Doa Jokowi Terkabul, Juara All England Berhasil di Raih

Doa Jokowi akhirnya terkabul, Praveen dan Debby akhirnya berhasil meraih juara pertandiangan bulu tangkis di Final All England, Minggu (13/06/2016).

Sebelumnya Presiden Republik Indonesia tersebut berharap dan meminta dukungan kepada masyarakat pada account twitternya, agar turut serta mendoakan duo ganda tersebut di Final All England.
Kemenangan ini pun tak luput membuat Jokowi kembali membuat twitt lanjutan untuk mengucapkan selamat atas kemenangan tersebut . Jokowi juga menambahkan kata luar biasa pada awal tulisannya, sebagai wujud kebanggannya kepada Praveen dan Debby.


Praveen/Debby, luar biasa. Selamat Juara All England! Saya dan seluruh rakyat Indonesia sangat bangga -Jkw
6,424 retweets3,561 likes
Reply

Retweet
  
6.4K


Like
  
3.6K


More

Pertandingan Final bulu tangkis ganda ganda Indonesia tersebut berhasil menang setelah mengalahkan pemain ganda Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Crstinna Pederon, dengan skor 21 - 12 dan 21 - 17.



Share:

Kemenangan Praveen dan Debby menjadi Sorotan Jokowi

Kemenangan Praveen Jordan dan debby Susanto di semifinal All England 2016 menjadi sorotan banyak pihak, termasuk Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Hal ini dapat dilihat pada kicauan twitter presiden yang akrab di sapa Jokowi yang di post tanggal 12 Maret 2016.

https://pbs.twimg.com/profile_images/682583126636236801/CI2oM7Un_bigger.jpgPasangan Praveen/Debby berhasil masuk Final All England. Ayo kita dukung dan doakan semoga bisa juara -Jkw
3,170 retweets2,364 likes
Reply

Retweet
  
3.2K


Like
  
2.4K


More 

Selain itu, Jokowi juga meminta rakyat indonesia untuk ikut serta mendukung dan mendoakan pasangan bulu tangkis ini agar bisa menjadi juara di pertandingan Final.
Pertandingan ini berlangsung selama 47 menit di Barclaycard Arena, Sabtu (12/3/2016) malam WIB. Praveen dan Debby melawan unggulan pertama China, Zhang Nan dan Zhao Yunlei berhasil unggul dengan skor 21 – 19 di babak pertama dan 21 – 16 di babak kedua. 

Di babak final, Praveen dan Debby akan berjumpa dengan pasangan Denmark, Joachim Fischer Nielsen dan Christinna Pedersen.
Praveen dan Debby merupakan harapan terakhir bangsa Indonesia pada All England 2016, karena merupakan satu – satunya ganda campuran wakil Indonesia yang berhasil masuk ke babak Final











Share:

Ridwan Kamil Klimaks Menolak Maju Pilkada DKI


Wali Kota Bandung Ridwan Kamil telah klimaks memutuskan untuk menolak maju Pilkada DKI 2017 mendatang. Sebelumnya, telah banyak partai yang siap berkoalisi untuk mendukung Ridwan, tapi Ridwan memutuskan untuk mendengar aspirasi rakyat Jakarta terlebih dahul, juga warga Bandung yang tidak ingin dirinya meninggalkan posisinya sekarang.

Ridwan kamil juga meminta maaf dan menegaskan perilah penolakannya maju di Pilkada DKI dalam akun facebooknya. Ridwan menganggap dirinya belum selesai menunaikan tugas sebagai walikota Bandung dan ibu kandung tidak merestuinya kemanapun sebelum Ia menyelesaikan periode pertama kewalikotaan Bandung tunai.Berikut isi kicauan Ridwan pada tanggal 29 Februari 2016 :
Mohon maaf, walau kesempatan itu ada, saya memutuskan untuk tidak maju ke pemilihan Gubernur DKI 2017. Ini alasannya. mohon dibaca dengan seksama. Semoga Jakarta bisa memilih pemimpin terbaik tahun depan. hatur nuhun.

------

Ke Jakarta Tidak ke Jakarta

Indonesia lahir dari imajinasi. Rumah besar dengan penghuni yang beragam bukan seragam. Indonesianis Ben Anderson pun menyebut Indonesia sebagai "imagined community". Imajinasi ambisius yang mencoba menyatukan kebhinekaan 17 ribu pulau dan 700-an bahasa ini. Keragaman dan kekayaan tanah air ini luar biasa. Bangsa Portugis, Inggris dan Belanda pun dahulu berebut kekayaan ibu pertiwi ini. Kekayaan alam yang bisa membuat Belanda mau tukar guling Maluku dari Inggris dan menukarnya dengan pulau New Amsterdam yang berubah nama menjadi Manhattan New York City hari ini.

Manusia modern Indonesia hari ini dominasinya adalah turunan migran Micronesia asal Tiongkok yang dalam perjalanan sejarahnya bercampur dengan genetika India atau Arab. Bukan aseli turunan dari Homo Erectus Sangiran atau The Hobbit alias Homo Floresiensis. Migrasi bangsa Micronesia ribuan tahun lalu mendatangi Taiwan, Filipina, Indonesia sampai sejauh kepulauan Pasifik dan Hawaii. Makanya sawo matang kita mirip dengan sawo matang orang Hawaii. Jika mau melihat leluhur bangsa Indonesia, datangi kaum aborigin Taiwan yang genetikanya mirip dengan sawo matang manusia modern Indonesia hari ini. Sehingga mengadu domba etnisitas manusia Indonesia hari ini dengan istilah pribumi bukan pribumi adalah kebodohan.

Sejarah mencatat pusat Nusantara saat Sriwijaya adalah disekitar Sungai Musi. Nusantara saat Majapahit sebagai penguasa berpusat di Mojokerto. Dan Nusantara atau Indonesia hari ini berpusat Jakarta. Jakarta adalah pusat pemerintahan/politik dan juga pusat ekonomi Indonesia. Berbeda dengan Amerika dimana pusat pemerintahan di Washington DC dan pusat ekonominya di New York atau Los Angeles. Atau Tiongkok dengan Beijing sebagai pusat politik dan Shanghai sebagai pusat ekonomi.

Bercampurnya segala pusat ini itu di Jakarta membuat manusia-manusia Indonesia berlomba mengadu nasib ekonomi atau nasib politiknya ke Jakarta. Jakarta adalah mitos. Jakarta sekaligus juga adalah bom waktu.

***

Sedemikian besarnya magnet Jakarta sebagai kepusatan atas banyak hal, tidaklah heran jika menjadi Gubernur Jakarta menjadi incaran utama panggung politik. Pak Jokowi mundur dari Solo untuk menjadi Gubernur Jakarta tahun 2012 yang kemudian menjadi Presiden Republik Indonesia di tahun 2014. Pak Ahok mundur dari anggota DPR untuk berpasangan dengan Pak Jokowi. Pak Alex Nurdin mundur sebagai Gubernur Sumsel, dan balik lagi ketika kalah. Tahun depan pak Ahok pun bersiap untuk pemilihan berikutnya. Dan karena satu dan lain hal, tawaran dan kesempatan itu pun datang kepada saya.

Saya tidak melakukan upaya apapun yang bersifat mempromosikan diri ke warga Jakarta. Sehingga ketika hasil survey menyatakan popularitas dan elektabilitas tiba-tiba-tiba naik, saya duga karena apa yang saya lakukan di Bandung dengan mudah dikonsumsi warga Jakarta via media sosial. Jangan lupa Jakarta adalah kota Twitter paling cerewet se dunia.

Kenapa tidak segera menyatakan maju atau tidak? Sebagai manusia timur, saya dilatih ibu saya untuk menghormati silaturahmi. “Jangan menolak undangan silaturahmi dan perbanyak takziah pada yang baru meninggal,” itu pesan rutin Ibu saya. Saya paham maksudnya, dengan silaturahmi persaudaraan berlipat. Dengan takziah, rasa syukur dan semangat hidup bertambah.

Itulah kenapa selama 3 bulan terakhir saya tidak langsung menyatakan iya atau tidak terhadap tawaran menjadi calon Gubernur DKI. Saya menghormati masukan dan aspirasi dengan menghadiri undangan silaturahmi dari beragam kelompok warga dan tokoh Jakarta. Saya mendatangi informal undangan dari 4 parpol. Dalam kurun waktu tersebut, saya mendengarkan dengan seksama masukan langsung dari Bapak Presiden, Ketua MPR, Ketua DPR, Ketua DPD, termasuk berdiskusi hangat dengan Pak Prabowo Subianto. Saya memperhatikan masukan warga via media sosial juga. Dan sampai hari Minggu 28 Februari 2015 pun saya masih menerima silaturahmi tokoh-tokoh nasional di Jakarta. Semua saya dengarkan dengan baik.

***

Memenangkan pemilihan Gubernur Jakarta 2017 bukan hal yang mustahil. Saya dulu memulai pemilihan di Bandung dengan 6% sebagai ’nobody’, sementara incumbent sudah 30%. Dan akhirnya menang 45% dengan determinasi dan strategi kreatif ini itu. Dari survey terakhir di Jakarta yang masuk ke saya, popularitas sudah 60% dan elektabilitas 20%. Dan ini pun, dengan saya tidak melakukan apa-apa. Belum bergerak.

Gak takut kalah? Menang kalah dalam hidup adalah biasa. Cinta saya pernah ditolak 2 kali. Kalah dalam sepakbola sering. Masuk arsitektur gara-gara tidak berhasil masuk Teknik Kimia ITB dan saya pernah dilecehkan berkali-kali saat di Amerika karena minoritas dan faktor ras. Saya sudah melewati semua itu. Makanya mau dimaki atau dibuli di twitter atau medsos oleh banyak pihak termasuk para buzzer lawan politik itu mah biasa saja. Politik itu bising. Insya Allah saya sudah kebal.

Masalah batin saya hanya satu. Saya belum selesai menunaikan tugas sebagai Walikota Bandung. Andai pilkada di Indonesia ini bisa serempak awal dan akhirnya, tentu tidak akan ada dilema seperti ini. Jika pilkada bisa serempak semua, tidak akan ada stigma pemimpin kutu loncat bagi mereka yang ingin mengabdi ke jenjang lebih tinggi. Dan jika mengikuti hawa nafsu dan hitungan matematika pilkada, pastilah saya tidak banyak berpikir panjang. Namun hidup tidaklah harus selalu begitu. Saya ingin bahagia tanpa mencederai. Saya ingin menang tanpa melukai.

***
Bandung hari ini sudah membaik, namun belum sehat betul. Lebay jika dibilang Bandung sudah berhasil. Bohong pula jika ada yang mengatakan Bandung tidak ada kemajuan. Dalam kurun 2 tahun ini, reformasi birokrasi Bandung sudah membaik. Kinerja birokrasi dari urutan ratusan tahun 2013 sekarang urutan 1 nasional dengan nilai A. Pelayanan publik dari rapor merah sekarang urutan 4 nasional. Transparansi pemerintah sudah urutan 3 dari asalnya urutan 17 di Jawa Barat. Itu progres.

Ijin usaha UKM dihilangkan sama sekali. 7000 warga miskin sudah diberi kredit usaha tanpa bunga dan tanpa agunan. Setiap RW diberi anggaran 100 juta sebagai konsep pemerataan pembangunan. Pengangguran terbuka turun dari 10,9% ke 8 %. Itu semua adalah kemajuan. Jadi Bandung membaik bukan hanya urusan taman, seperti yang sebagian tukang nyinyir kira.

Secara tata kota, perbaikan trotoar dan taman kota bergerak dengan cepat. Interaksi sosial berkorelasi dengan kebahagian. Karenanya Indeks kebahagiaan naik ke 70,6 di akhir 2015. Artinya warga Bandung bahagia. Problem sampah dan jalan rusak sudah hilang dari 5 besar masalah Bandung versi survey warga. Adipura hadir lagi setelah 17 tahun absen. Namun secara jujur, Kota Bandung masih punya hutang masalah yaitu urusan pengurangan banjir dan kemacetan. Dua problem ini menjadi prioritas di sisa jabatan saya.



Dan yang terberat, warga Bandung mayoritas tidak mengijinkan saya pergi sebelum menyelesaikan tugas. Di dalam kata ‘warga Bandung’ terkandung di dalamnya suara relawan yang dulu berjibaku memenangkan saya, suara keluarga saya dan suara mentor hidup saya yaitu ibu kandung saya, yang tidak merestui kemanapun sebelum niat selesaikan periode pertama kewalikotaan Bandung ini tunai. Semoga warga Bandung juga memahami, bantu saya dengan aktif menaati aturan dan berpatisipasi aktif dalam program-program pemkot, agar Bandung Juara berkat usaha bersama.

***

Indonesia tidak hanya Jakarta. Mitos pusat segalanya itu harus dibongkar. Saya yakin Indonesia bisa maju jika di daerah juga dipimpin orang-orang terpercaya dan progresif secara merata. Indonesia bisa hebat dengan kepemimpinan orang-orang hebat seperti Ibu Risma di Surabaya atau Prof. Nurdin Abdullah di Bantaeng.

Saya mungkin bisa ke Jakarta, tapi tidak sekarang. Saya masih ingin menyelesaikan mimpi-mimpi besar di di Bandung, ibukota solidaritas Asia Afrika dan kota desain Unesco ini. Insya Allah banyak hal di Bandung akan menginspirasi Indonesia dan dunia. Oleh karena itu saya memutuskan dengan akal sehat dan jernih hati untuk tidak maju sebagai calon Gubernur Jakarta 2017.

Mohon maaf lahir batin jika keputusan ini mengecewakan semua pihak yang sudah bersemangat menyampaikan aspirasi agar saya maju ke Jakarta di tahun 2017. Insya Allah semua indah pada waktunya.

Dan walau gak nyambung, seperti biasa, bagi para jomblo, bersegeralah menikah agar panjang umur.

Hatur nuhun.













Share:

Aula Fakultas Komunikasi UIN Bandung di Datangi Parni Hadi

Aula Fakultas Ilmu Komunikasi UniversitasIslam Negeri (UIN) Bandung di datangi oleh Parni Hadi untuk mengisi seminar untuk mahasiswa komunikasi, Selasa (23/02/16). 

Salah satu tokoh pers nasional tersebut membahas mengenai profesi jurnalistik yang terkait sebagai pewaris tugas nabi.

Dalam seminar tersebut, Parni Hadi memotivasi para mahasiswa untuk menjadi jurnalis yang profetik, yaitu jurnalis yang mengemban tugas kenabian yang memiliki tugas tablig, amanah, fatanah, siddik, yang berdasarkan sifat nabi.

Menjadi jurnalis itu merupakan tugas yang mulia, karena menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Selain itu Parnia Hadi juga menjelaskan jurnalis itu tidak hanya pelapor, tapi juga pelopor.

Selain itu, pendiri dan pemimpin harian umum koran republika ini memberikan materi bahwa sekarang ini media memiliki generasi baru, “Sekarang ini adalah jamannya new media, yaitu media online, sekarang itu sudah jamannya multiplatform”, tegas Parni Hadi, saat mengisi seminar. Sekarang ini sudah mengalami konvergensi media. Contohnya saja, tidak ada media cetak yang tidak memiliki media online, hampir semua punya.

Pada penutup seminarnya Parni Hadi menjelaskan bahwa ada beberapa strategi membangun media masa, yaitu menetapkan visi dan misi, melakukan audience research, menetpkan akses, menyiapkan sumber daya manusia , menyiapkan modal, teknologi, penelitian ulang , menambah sumber daya manusia , menyesuaikan format, menyesuaikan isi dan melakukan reorganisasi (sehat organisasi, sehat redaksi dan sehat keuangan).


Share:

Batik Mendunia dan Dunia Mengenal Batik

Oleh Rissa Indrasty

Maxxindo Communication dan Krisna Studio menggelar Gala Seni Batik Nusantara di gedung Graha Manggala Siliwangi, Jalan Aceh nomor 66 Bandung. Acara yang digelar dari tanggal 24 – 28 Februari 2016 ini mengkonsepkan pameran yang berisi seniman – seniman batik, dimana batik dilihat dari kacamata seni.

Pada acara ini menampilkan dan menjual karya – karya seniman maestro batik nusantara terkenal, seperti Tatik Sri Hatta, Dudung batik Tye Dye, Darajat, Cahyo dan seniman lainnya.

 Selain batik, acara ini juga menghadirkan kain songket dan kain tenun, “Jadi, inti acara ini sebenarnya mengangkat kain nusantara.”, ungkap ketua acara, Desay Safitri, saat ditemui di acara kemarin (27/02/26).

Pengunjung yang hadir pada acara ini tidak hanya disuguhkan dengan batik, tapi juga kegiatan Talkshow, Workshop dan Music performance.

Kegiatan Talkshow sendiri di isi oleh orang yang paham betul mengenai motif, antara lain Zaenal songket, yang merupakan designer, seniman songket dan pendiri APPMI.

Cinta palsu kita terhadap batik, motif batik, industri batik nusantara,merupakan tema – tema talkshow yang dihadirkan untuk menambah pengetahuan masyarakat , 

“jadi, kegiatan ini untuk mengedukasi masyarakat agar paham, batik bukan hanya sekedar motif, tapi batik itu benar – benar proses mengerjakan batik itu sendiri , dimana batik dinamakan batik setelah kain bertemu malam, malam adalah cairan yang berada di dalam canting untuk membatik” , jelas Desay.


Lalu, Desay juga mengungapkan pada kegiatan talkshow masyarakat juga diberikan pengetahuan cara membedakan batik asli dan batik palsu, 

 “Simple nya batik asli motif antara kain depan dan belakang atau bolak – balik sama, tapi jika batik printing hanya satu sisi warna dan belakang nya putih. Pada segi motif juga bisa dilahat, jika batik tulis motifnya berantakan tidak beraturan, jika printing sudah di atur, dimana jarak dan gambar sudah di atur sama persis. Jika batik printing terlalu sempurna untuk motif, misalnya motif kupu – kupu pasti sama persis seperti kupu –kupu. 

Jika motif kupu – kupu langsung dari tangan pengrajin itu berbeda, karena tangan dari masing – masing pengrajin itu berbeda. Jangan pernah tertipu hanya karena motif batik atau hanya suka motif. Harga juga tidak menjadi patokan sebuah batik adalah batik tulis atau batik printing. Jadi harus benar – benar paham.”

Lalu, untuk kegiatan workshop yaitu pengerjaan batik dari putra – putri batik nusantara. Jadi, masyarakat dapat belajar batik secara langsung menggunakan kain, cairan malam, canting, dimana masyarakat dapat secara bebas menciptakan motif sendiri.Acara ini diikuti seniman batik, pengrajin batik, dan adapula pedagang batik. 

Menurut Desay, seniman adalah yang menciptakan motif, pengrajin adalah mengerjakan batik. Batik adalah facebooknya orang jaman dahulu,diamana ketika sedih menulis, tapi menggunakan malam, misalnya sedih digambarkan seperti titik – titik air mata lalu yang akhirnya diberi nama. 

Jika bahagia membuat batik lagi, batik adalah ungkapan hati yang diberi nama sidomukti misalnya. Jadi seniman adalah orang yang menciptakan motif yang selanjutnya dikerjakan oleh pengrajin batik dan kemudia dijual oleh para pedagang.


Batik pada acara ini selain batik yang dibuat langsung dari cairan malam tapi ada pula batik printing. Acara ini sebenarnya di spesialisasi untuk menolak batik palsu, jadi harus batik tulis, minimal cap. 

Tapi jika teman –teman seniman dan pengrajin batik yang ingin ikut dan membuka booth pada acara ini juga bisa, dengan datang ke kantor atau telefon, lalu mendaftar tapi dikenakan biaya pendaftaran untuk sewa stand dan dengan syarat prodaknya batik.
Antusias pengunjung selama 4 hari kebelakang kurang telah mencapai 8 ribuan dan animo penjualan sangat tinggi. Satu booth minimal terjual 25 kain dalam satu hari, dalam sehari booth batik memperoleh 80 juta hingga 160 juta di masing – masing booth. 

Pengunjung event ini dari seluruh indonesia, seperti medan, sambas , dari blitar, purworejo, yogya di sebarkan dimedia sosial. Lalu, diikuti oleh dinas – dinas jadi sudah tahu event tahunan ini. Ada pula pengunjung dari mancanegara , seperti jepang , korea, piliphin, Chilli.
Festival ini diadakan 2 tahun sekali dengan rangkaian tiga pameran pameran besar yaitu Festival Batik bordir (batik dilihat dari kacamata industri dan bisnis) dan nusantara , Carnival adikarya nusantara (batik dilihat sebagai busana sehari – hari masyarakat indonesia) dan Gala seni batik nusantara. 

Festival batik bordir dan tenun nusantara akan dilakanakan pada 27 April – 1 mei mendatang, yang merupakan event ke – 7 dari rangkaian acara. Harapannya akan batik untuk masyarakat. Desay berharap bahwa Ia ingin menduniakan batik dan dunia mengenal batik.













Share:

Pameran Benda dan Senjata Bersejarah


Oleh :Rissa Indrasty


Tetenong dan Boboko - salah satu koleksi museum Sri Baduga yang merupakan peralatan dapur zaman dahulu


Museum Sri Baduga Bandung ikut serta memeriahkan acara Festival Buku 2016 di Gedung Landmark, Jalan Braga nomor 129 Bandung, Minggu(31/2/16). Festival yang diadakan dari tanggal 29 Januari - 4 Februari 2016 ini, mengkombinasikan pameran buku dan pameran benda – benda bersejarah nusantara untuk pertama kalinya di Indonesia.

Pameran yang bertujuan untuk menambah ilmu dan menambah wawasan ini, di sambut antusias oleh para pengunjung dari semua kalangan.

“Liat di koran ada pameran dari museum Sri Baduga,penasaran juga pengen liat kaya gimana soalnya belum pernah ke sri baduga juga, sambil nambah ini pengetahuan anak-anak”, ungkap Rani salah satu pengunjung yang datang bersama keluarganya ke festival .

Pameran benda-benda bersejarah sebelumnya sudah sering dilaksanakan museum Sri Baduga di berbagai acara, teruama acara kebudayaan. Koleksi benda – benda bersejarah museum sendiri merupakan benda-benda yang berasal dari Jawa Barat.

 Selain itu, di lantai dua gedung ini juga terdapat para kolektor senjata antik yang juga ikut berpartisipasi dalam pameran benda – benda bersejarah . Senjata – senjata tersebut berupa pedang, keris, pistol, panah yang berasal dari daerah – daerah di seluruh Indonesia.


Beberapa jenis pedang dan gagang pedang yang dipamerkan dari koleksi para kolektor senjata antik












Share:

Pekerja Topeng Monyet


taken by Rissa Indrasty


Oleh : Rissa Indrasty
Bandung - Di akibatkan sulitnya mencari pekerjaan, masih di temukannya orang-orang yang menjadikan topeng monyet sebagai pekerjaan tetap.Pekerja yang berjumlah 4 orang yang mengaku hanya lulusan SD ini, menyebar di sekitaran lampu merah Jalan Gede Bage dan membiarkan monyet-monyet beratraksi ke tengah jalan ketika para pengendara berhenti karena lampu merah.
Monyet yang di berikan makan pisang dan susu 4 kali dalam sehari ini harus bekerja dari pukul 8.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB, dengan jeda istirahat setiap 3 jam.Menurut salah satu ungkapan pekerja topeng monyet, untuk kesehatan monyet sendiri, monyet yang sakit diberikan obat untuk manusia yang bisa di dapatkan di warung, “Di kasih obat yang yang di beli di warung.Obat Pilek, obat flu, biasa nya pakai Paramex”, ungkap Haris, saat di temui tepat di samping tiang lampu merah Gede Bage, Kamis (14/05/2015.)
Pekerja topeng monyet yang ternyata memiliki komunitas topeng monyet ini, menyewa monyet-monyet tersebut kepada pengedar monyet di Buah Batu.Monyet-monyet sendiri di beli oleh pengedar lengkap dengan sertifikat di salah satu toko Pasar burung, Pasir Koja.Dalam sehari mereka dapat mengumpulkan uang sebesar Rp. 70.000, sekitar Rp 50.000 di berikan kepada penyewa dan sisanya Rp 20.000 untuk pribadi.
Para pekerja mengatakan jika monyet sewaan ini di dapatkan dalam keadaan telah terlatih.Per-satu permainan, monyet dilatih dalam jangka waktu 2-3 bulan.Komunitas monyet yang berpusat di Buah Batu ini, biasa nya mangkal di tempat-tempat berbeda, seperti Dago,Pasteur, Buah Batu dan gede Bage.Selama bekerja selama 7 tahun, Haris mengaku pernah terkena razia topeng monyet.Biasanya pemilik monyet yang menebus monyet yang terkena razia dengan membayar sejumlah uang sebesar Rp 2,5 juta di kantor di daerah Lembang.


Share:

Popular Posts

Definition List

Unordered List

Support