Blog yang berisi berita - berita, pikiran - pikiran, kisah dan tulisan - tulisan yang di tulis langsung oleh Rissa Indrasty, seorang mahasiswa jurusan jurnalistik . :)

Paramore

Paramore itu merupakan sebuah grup musik asal Amerika Serikat yang dibentuk pada tahun 2004. Grup musik ini bermarkas di Franklin, Tennessee.

Tampilkan postingan dengan label feature. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label feature. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Mei 2016

Paramore Band



Paramore merupakan sebuah grup musik asal Amerika Serikat yang dibentuk pada tahun 2004. Grup musik ini bermarkas di Franklin, Tennessee. Saat ini mereka beranggotakan 3 orang yaitu vokalis Hayley Williams, Bassist Jeremy Davis, dan gitaris Taylor York.

Sejak terbentuk, mereka telah mengeluarkan 3 studio-album (All We Know Is Falling, Riot!, dan Brand New Eyes) dan 1 EP (The Summer Tic EP) serta sebuah live-album (The Final Riot!). Sebelum nya mereka beranggotakan 5 orang nih, Zac dan Josh Farro. Tapi, karena ada konflik jadi nya farro bersaudara memutuskan keluar dari paramore.

Semenjak Farro berasaudara meninggalkan paramore,band tersebut terus bertahan dan baru mengeluarkan album terbaru mereka yang berjudul Paramore pada tahun 2013. Judul lagu "still into you" yang melambung tinggi di pasaran sekaligus yang menjadi icon dari album tersebut.

Di album terbaru mereka, paramore bertukar aliran atau genre musik semenjak kehilangan farro's bersaudara. Kehilangan farro's bersaudara memang kesedihan tersendiri bagi band ini, karena farro's bersaudara memberikan warna musik yang selama ini telah membuat nama paramore melambung.

Tapi mereka harus tetap terus bertahan dan terus berkarya , membuktikan bahwa mereka masih paramore, band yang selalu dicintai semua orang.
Share:

Rabu, 27 April 2016

Chingu Cafe Korea

caption : tempat yang nyaman sambil menunggu jika waiting list
Korea, sebuah negara yang sudah tidak asing lagi ditelinga Masyarakat Indonesia, terutama para remaja sekarang ini. Maraknya drama – drama , boyband dan girlband hingga reality show korea sedang sangat digandrungi oleh masyarakat Indonesia.

Pada tayangan – tayangan yang disuguhkan dalam bentuk visual tersebut, terselip pula kebiasaan hidup dan adat masyarakat korea di dalamnya.

Masyarakat korea terlihat tetap mempertahankan adatnya, dari mulai tingkah laku, norma kesopanan, cara berbicara dengan yang lebih tua. 

Selain itu, terselip pula makanan – makanan khas korea yang disuguhkan dalam adegan drama atau realiti show nya.

Hidangan yang cukup unik, ditata sedemikian rupa sehingga terlihat apik dan sangat lezat hingga tidak sedikit pula orang yang bertanya – tanya , selezat apakah makanan khas korea yang tampak di dram atau film korea.

Bagi warga Bandung yang ingin mencicipi menu makanan korea, mungkin anda akan senang mendengar kabar ini. Ternyata di Bandung terdapat cafe unik yang menyediakan menu khas korea dengan design restoran layaknya di Korea.

Cafe tersebut terletak di Jalan Sawunggaling Nomor 10, Dago (dekat baltos) Bandung bernama Chingu Cafe.

Pertama kali anda memasuki cafe ini, anda akan disambut dengan tempat duduk berbentuk seperti halte yang berada di tengah ruangan. Di dindingnya terpajang gambar – gambar artis – artis korea. Lalu, untuk ruang tempat makannya sendiri, terdapat di kiri dan kanan ruangan. 

Ruangan sebelah kanannya merupakan ruangan yang besar dengan terdapat pohon besar buatan di tengah – tengah ruangannya. Seperti anda sedang piknik dan bersantai ditaman layaknya di korea. Di dindingnya tidak lupa di tempeli gambar - gambar yang berbau khas korea. 

Untuk ruangan sebelah kiri, anda akan mendapati tempat makan layaknya anda sedang berada di dalam sebuah kereta di korea. Selain itu di dalam ruangan seperti kereta yang terdiri dari 4 meja tersebut, seperti memiliki privasi tersendiri bagi anda yang tidak begitu suka suasana ramai.

 Di tempat makan seperti korea tersebut, terdapat pula Televisi LCD yang menayangkan video clip boyband dan girlband khas korea. Para pengunjung yang sedang menunggu pesanan, dapat mengusir rasa bosan dengan menonton tayangan video clip tersebut yang disuguhkan pada Televisi tersebut.

Untuk menu makanannya sendiri, benar – benar menu makanan khas korea yang sering tampak pada drama – drama korea. Dari mulai kimbab, ramyon, odeng , teobokki, hingga desert ala korea. Untuk harga menu makanannya sendiri, semua varian makanan di bawah Rp.30.000 dan semua makanan yang tersajikan halal.Selamat mencoba

Jika anda ingin menyicipi makanan khas korea di cafe ini, disarankan untuk datang lebih cepat sebelum makan siang, karena cafe ini sangat ramai pengunjung sehingga anda bisa kebagian waiting list. Chingu cafe sendiri buka dari pukul 11.00 – 22.00 WIB setiap harinya.

caption : Ramyon, kimbab, varian minumannya












Share:

Mitos Seram Merapi

Isak tangis mewarnai kediaman Erry Yunanto, salah satu mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang belakangan ini menggemparkan televisi, surat kabar dan media sosial.

Berita yang sungguh-sungguh mengguncangkan hati, tak hanya pihak keluarga, tapi juga khalayak publik yang pertama kali membaca judul besar dari berita ini.

“Erri terjatuh ke dalam kawah merapi setelah berfoto selfie” , begitulah berita yang berhasil membuat semua orang bergidik ngeri.

Peristiwa yang membuat orang yang membacanya mendekatkan wajah ke arah berita sambil mengerutkan kening, membuat orang yang mendengar berita tersebut harus bertanya untuk kedua kalinya apakah berita tersebut benar, dan yang pasti membuat hati semua orang luruh.

Sangat disayangkan dan tidak di sangka-sangka bahwa hari itu adalah hari terakhir erri yang masih muda menikmati hobby nya sebagai mahasiswa pecinta alam.Erri terjatuh ke dalam kawah setelah beberapa menit berfoto selfie di atas sebuah batu yang sangat curam, yang letaknya di pinggir kawah gunung merapi.

Gunung Merapi merupakan salah satu gunung di Indonesia.Di sebut gunung merapi karena merupa gunung api yang paling aktif di dunia.Hal ini bisa terlihat dari catatan sejarah gunung ini, yang memiliki riwayat telah meletus sebanyak 68 kali semenjak tahun 1548.Walaupun berbahaya, gunung merapi dikelilingi oleh pemukiman yang sangat padat.

Letak gunung merapi berada di tengah pulau Jawa, tepatnya berada di wilayah Kabupaten Sleman, Kabutpaten Magelang, Kabupaten Boyolali, serta Kapaten Klaten.Memiliki ketinggian puncak 2.968 m di atas permukaan laut.Menurut para ahli yang meniliti merapi, gunung ini sangat berbahaya karena dapat mengalami erupsi setiap dua hingga lima tahun sekali.

Kabarnya, gunung merapi memiliki mitos - mitos dan kisah - kisah misteri di dalamnya.Banyak kisah seram dari nenek moyang terdahulu maupun dari pengalaman-pengalaman para pendaki.Bagaimana tidak, di gunung itu ribuan nyawa pernah melayang karena kedasyatan awan panas nya yang menyapu bersih dan menerjang apapun yang menghalangi jalannya.

Kisah Erri yang jatuh ke kawah merapipun tak luput keterkaitannya dengan kisah horor dan misteri yang membuat bulu kuduk berdiri.Salah satunya batu menjulang tinggi dan curam yang diduduki erry sebelum terjatuh.Menurut isu yang beredar, batu tusuk gigi yang puncak nya di duduki erri ketika berfoto selfie menyembunyikan cerita misteri.

Batu yang menjulang tinggi yang bentuknya cukup mengerikan dan terlihat sangat berbahaya untuk di naiki tersebut, isunya mirip dengan batu yang dahulunya disebut batu puncak garuda.Dikatakan batu puncak garuda karena memang bentuk batu tersebut dahulu terdapat batu yang di puncaknya mirip burung garuda yang bertengger.

Batu puncak garuda dahulu merupakan batu kebanggan para pendaki gunung dan para warga setempat.Batu ini berdiri dengan sangat kokoh, seperti menunjukkan memang dia lah batu yang paling tidak terkalahkan.Di tambah lagi ada batu burung garuda yang sedang bertengger dengan gagahnya yang menunjukkan burung tersebut adalah hewan terkuat dan tidak takut apapun yang menghalanginya.

Kekokohan batu puncak garuda ini memang terbukti, selama bertahun-tahun bertahan melawan terjangan dan keangkuhan gunung merapi yang selalu menunjukkan bahwa ia adalah penguasa yang tak terkalahkan. Tapi, batu puncak garuda tetap bertahap seakan-akan memegang prinsip di antara yang kuat pasti ada yang lebih kuat.Batu puncak garuda seperti ingin menguburkan kesombongan dari merapi yang sangat angkuh.

Tetapi pada tahun 2010 gunung merapi kembali mengamuk dengan dahsyatnya, letusan kemarahannya menghancurkan apapun yang berada di sekitarnya tanpa pandang bulu.Di saat itulah, batu yang merupakan puncak tertinggi gunung merapi tersebut akhirnya menyerah karena terlalu lelah.Batu puncak garuda akhirnya luruh atau menghilang.

Mitos gunung merapi lain adalah gunung merapi di katakan sebagai tempat yang merupakan kerajaan makhluk halus.Hal ini membuat para pendaki yang beniat mendaki gunung merapi sendirian, memutuskan untuk mengajak teman dan minta di tuntun oleh guide atau kuncen di daerah tersebut.Pasalnya, gunung merapi di kuasai makhluk gaib yang bisa saja membahayakan pendaki yang sendirian.

Pusat kerajaan makhluk gaib di gunung merapi sering disebut dengan kraton merapi.Kraton merapi ini segala nya di huni , di kendalikan dan jalankan oleh jin. Raja yang menguasai kerajaan makhluk gaib ini adalah Eyang Merapi.Eyang merapi yang memutuskan apa saja yang terjadi pada gunung merapi, dengan di bantu oleh eyang-eyang lainnya yang memiliki tugas masing-masing yang harus dijalankan atas perintah eyang merapi.

Hal kedua yang merupakan tempat kedua yang paling terkenal untuk memicu percepatan jantung di gunung merapi adalah pasar bubrah.Pasar brubah merupakan sebuah punggung bukit yang letaknya tepat berada di bawah kawah Merapi.Keadaan pasar bubrah sendiri cukup datar dan dengan di dominasi bebatuan bekas sisa letusan gunung Merapi terdahulu.Lokasi ini juga bukan bagian dari hutan dan tidak terdapat pohon tinggi besar sama sekali.

Akibat keadaan pasar bubrah yang datar, pasar bubrah menjadi tempat favorite para pendaki untuk beristirahat.Apalagi, di tambah jarak pasar brubah dan merapi hanya satu kolometer.Di pasar bubrah, para pendaki mendirikan tenda untuk bermalam di malam hari, mengistirahatkan tubuh, memakan perbekalan dan menghangatkan diri dari dinginnya angin yang memubuat menggigil.

Malam hari di pasar bubrah merupakan puncak dari misteri yang selama ini santer terdengar di telinga orang-orang yang pernah mendaki gunung merapi. Menurut para pendaki, malam-malam di pasar bubrah biasanya para pendaki mendengar suara riuh seperti sedang berada dalam sebuah keramaian.

Suara riuh tersebut persis sekali seperti aktivitas jual beli di pasar.Selain aktivitas jual beli, di lokasi ini juga terdegar suara-suara gamelan dan gending jawa yang sayup-sayup terdengar di antara suara-suara aktivitas jual beli.Padahal di tempat tersebut merupakan lahan kosong, tidak terlihat adanya pasar di sekitar tempat tersebut.Lalu, batu-batu yang terdapat di sekiitar lokasi pasar bubrah di percaya masyarakat sebagai meja dan kursi makannya para pengunjung yang tak lain adalah makhluk halus.

Oleh karena itu, tempat melepas lelah para pecinta alam yang sungguh menyeramkan ini di sebut dengan pasar bubrah.Mungkin untuk para pendaki yang nyali nya kecil, tidak akan bisa menyebut tempat ini tempat istirahat.Karena sudah di pastikan mereka tidak akan bisa tidur sepanjang malam karena suara berisik yang membuat tubuh bergertar ketakutan seperti sedang mereka bena-benar terasa dekat dan memperhatikan kita.

Selain suara-suara, tak sedikit para penikmat alam yang menginap di pasar bubrah pernah melihat penampakan makhluk gain.Diantaranya adalah penampakan sosok kuntilanak yang bergelantungan di bukit, atau makhluk gaib yang menjelma sebagai pendaki lain dengan berjalan tidak menapak ke tanah atau melayang,para penghuhuni kraton sering memunculkan diri, dan para nyai sinden dengan pakaian khas tradisional.

Mitos terakhir dari gunung merapi adalah Nyai Melati.Nyali Melati biasanya datang ke dalam mimpi orang-orang sebagai penanda akan terjadi hal buruk berupa pennda akan terjadi letusan dalam waktu dekat.

Setelah mendengar kisah misteri dan mitos gunung merapi, rasa nya sangat seram jika ingin bendaki sendirian.Sebaiknya mendakilah dengan orang yang sangat tau tentang keadaan dan situasi gunung merapi.Karena selain angker, gunung merapi juga memiliki medan yang cukup berbahaya untuk pergi mendaki seharian.Bila salah jalan , bisa saja tersesat selama berhari-hari di dalam hutan angker gunung merapi.

















Share:

Sepanjang Jalan Asia Afrika Bandung

Hiruk Pikuk mewarnai salah satu sudut Kota Bandung.kawasan yang menjadi destinasi wisata para pengunjung ini, seperti tidak pernah tidur. Terlebih saat akhir pekan, sepanjang trotoar tampak selalu penuh oleh lautan manusia. Kendaraan yang melaju dengan kencang seakan – akan sedang berlomba mencari kemenangan, membuat para pengunjung yang ingin menyebrangi jalan tersebut harus menunggu lama dipinggir trotoar.

Jalan Asia – Afrika merupakan salah satu jalan yang sangat asik untuk mengahabiskan waktu disore hari. Trotoarnya yang membentang lebar menjadi salah satu surganya pejalan kaki. Kursi – kursi panjang yang berbaris rapi di tengah trotoar, seperti memang sengaja di rancang bagi para pejalan kaki yang kelelahan atau sekedar untuk duduk sambil melamun menikmati jalanan yang nyaman tersebut.  Lampu yang berasal dari bangunan tua dan dipadukan dengan lampu jalan yang ber-design unik / membawa para pengunjung untuk sejenak merasakan suasana seperti di negara lain//

Jalan Asia Afrika merupakan jalan yang paling tua dan menyimpan sejarah kota yang sering disebut “Paris Van Java” ini. Jalan ini membentang melintasi tugu KM 0 pusat, yang merupakan titik awal lahirnya Kota Bandung.

Dahulu ketika Belanda menjajah Indonesia, salah satu Gubernur Jenderal Belanda, Herman Willem Deandels, sembari menancapkan tongkat disebuah titik mengatakan "Coba usahakan, bila aku datang kembali, di tempat ini telah dibangun sebuah kota",  dimana titik tempat tongkat itu ditancapkan menjadi titik 0 KM Bandung sekarang .

Jalan yang membawa para pengunjung untuk kembali mengingat masa silam Indonesia sebelum merdeka ini, juga diselimuti oleh bangunan – bangunan jaman kolonial Belanda, seperti Grand Hotel Preanger, Savoy Homann dan Gedung Merdeka.

Grand Hotel Preanger dahulu merupakan sebuah toko yang menjual berbagai kebutuhan pengusaha perkebunan di Priangan yang berasal dari Eropa. Tempat ini dijadikan tempat pertemuan para pengusaha perkebunan yang disebut “The Preanger Planters”,  Karena seringnya toko ini dijadikan tempat pertemuan, akhirnya tempat ini dijadikan sebagai tempat yang nyaman untuk berdiam dan beristirahat sehingga dijadikan hotel.

Lalu, Preanger Hotel mendapatan sentuhan Art Deco oleh arsitek, Schoemacker, dibantu oleh asistennya presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Hotel dengan ciri khas bangunan berbentuk kotak – kotak ini, sekarang menjadi salah satu hotel bintang lima di Bandung.

Selanjutnya Hotel Savoy Homann, pada awalnya hotel ini dimiliki oleh imigran asal Jerman. Mr.A. Hommann, kemudian hotel ini semakin terkenal karena kelezatan, rijsttafel, merupakan nama menu makanan buatan, Nyonya Homman. 



Selain itu, hotel ini merupakan tempat para tokoh nasional bahkan dunia menginap ketika berkunjung ke Bandung. Tepat di seberang hotel tersebut terdapat salah satu kantor berita yang terkenal di Bandung, yaitu Pikiran Rakyat. Di kantor surat kabar ini, terdapat replika Mesin Cetak, Guttenberg,   yang merupakan simbol sejarah perkembangan pers di Indonesia.

Bangunan bersejarah lainnya yaitu Gedung Merdeka. Gedung berwarna putih dengan design interior khas Belanda ini merupakan tempat diselenggarakannya konferensi Asia Afrika yang melahirkan suatu rumusan yang disebut, Dasasila Bandung. 

Gedung yang dahulu dikenal dengan sebutan concordia ini, dijadikan sebagai museum Asia – Afrika yang didalamnya terdapat benda – benda peninggalan sejarah Konfrensi Asia Afrika. Selain itu, didalam museum juga terdapat replika para negarawan yang hadir pada saat konferensi, membuat para pengunjung yang berada disekitar replika tersebut dapat merasakan suasana saat berlangsungnya konferensi di masa silam.

Jalan Asia Afrika juga merupakan titik pusat Kota Bandung, dimana terdapat alun – alun dan Masjid Raya Jawa Barat. Terlebih lagi jalan ini semakin ramai dikunjungi oleh wisatawan dari dalam maupun luar negri, setelah diselenggarakannya, Asian African Carnival, yang merupakan sebuah acara besar untuk memperingati 60 tahun konfrensi Asia Afrika yang dihadiri oleh presiden – presiden delegasi negara Asia dan Afrika bulan April 2015 lalu.


“Emang rutin seminggu sekali kesini , kalau ga ke museum ke balai kota. kalo dulu sebelum festival asia digelar itu belum seramai ini , bahkan kalau mau pulang naik bis, itu ramai banget. Kaya pulang mudik lebaran”, ungkap Putri Dini, salah satu wisatawan yang ditemui di Jalan Asia - Afrika.
Share:

Momiji Japanese Cuisine Restauran

Hiruk Pikuk menghiasi salah satu sudut kota Bandung yang ramai di kunjungi oleh wisatawan, Jalan Braga.Sepanjang jalan yang diselimuti bangunan jaman kolonial belanda ini, sejenak tampak bukan di Indonesia.

 Selain itu, kawasan ini banyak terdapat deretan restoran yang membuat para pengunjung tergoda untuk singgah ke salah satu tempat makan di daerah ini. Terutama restaurant di Jalan Braga Nomor 64 Bandung yang tampak berbeda dengan restaurant lainnya, Momiji Japanese Cuisine atau Bandung Suki.

Tempat makan dengan nuansa jepang satu ini tampak sangat nyaman, membuat para pengunjung yang menghindari suasana berisik jalanan mengayunkan kaki ke restoran ini.Suasana tenang , damai dan terutama nuansa Jepang yang sangat kental sangat terasa di dalam restoran.

Selain itu, yang semakin membuat pengunjung merasa benar-benar sedang di dalam restoran di Jepang adalah para pengunjung di sambut oleh pelayan dengan ucapan “iraishimase” , yang artinya selamat datang.

Restaurant ini menyuguhkan design yang sangat berbeda dari restaurant lainnya , yaitu penggabungan antara suasana Jepang, indonesia tempo dulu dan natural alam. Hal tersebut bisa di lihat dari mulai meja,kursi , dan peralatan makan merupakan barang - barang bernuansa jepang.

 Tapi, pada bagian dinding restoran tergantung beberapa bingkai foto yang berisi gambar-gambar suasana bandung tempo dulu. Lalu, hal yang paling unik adalah tepat di depan meja kasir terdapat kolam kecil berisi ikan koi yang menimbulkan suara gemericik air di ketenangan restoran ini.

Untuk menu makanannya, restaurant ini menyajikan berbagai macam menu masakan jepang seperti sushi, bento, donburi dan masih banyak lainnya.
“Emm , makanan di sini enak dan porsinya juga cukup besar. Terus harga nya juga cukup terjangkau terutama untuk mahasiswa kaya saya gini. Kalau di sini kan harga kisaran 36 ribu udah dapat sushi atau bento, kalau di restoran lain biasanya lebih mahal dari yang di sini. Gitu sih ” , ujar Sri Wenda, salah satu pengunjung restaurant tersebut.

Selain itu, restoran ini juga menyediakan teh ocha (teh khas jepang) secara gratis pada setiap pengunjung yang datang. Untuk jam operasional restaurant sendiri, pada hari biasa restauran buka mulai pukul 10.30 pagi hingga pukul 10 malam dan di saat weekend mulai pukul 10.30 pagi hingga pukul 11 malam. Bagi anda yang sering berkunjung ke braga , informasi kali ini bisa menjadi referensi bagi anda yang ingin mencicipi makan lezat dengan nuansa seperti di jepang



Share:

Sang Penyihir Semangat

Matahari pagi menjelang siang menyelimuti wilayah Cibiru, Kota Bandung.Panas nya matahari yang memancar dengan ganas seakan-akan ingin menjilat dan melenyapkan apapun yang ada di depannya dalam sekejap.

Sepertinya dewa matahari bangkit dari tidur panjang nya setelah belakangan lelah berperang, melawan awan abu-abu cumolonimbus yang ta tidak ingin kalah bersaing menunjukkan kehebatannya kepada Bumi.

Bukan hanya panas yang sedang di hadapi Bumi bagian Cibiru kala itu, tapi juga hamparan Carbonmonoksida yang seperti akan memakan habis oksigen menghiasi jalanan yang padat.

Pohon-pohon yang berada di sekitar jalanan yang ikut andil mempertahankan oksisigen kala itu, ikut kewalahan akibat asap-asap hitam kendaraan umum yang sudah sudah rongsok dan asap-asap rokok dari para pria-pria berkulit hitam yang saling beradu mendapatkan orang-orang yang ingin kembali pulang karena mrerindu pada tanah lahir.

Sekan tidak perduli betapa sesak nya nafas demi memperoleh oksigen, para pria berasapkan rokok tersebut tetap mencari penumpang.Mungkin mereka lebih menyukai karbonmonoksida.

Berbeda dengan pria penghisap rokok, para mahasiswa yang berkuliah di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung kala itu sedang menghadapi problematika yang rumit.

Ganas nya matahari yang menghanguskan kulit dan membuat gerah, nafas yang terengah-engah karena berjalan kaki dengan terburu-buru karena takut matahari akan menyantapnya , oksigen yang jumlah nya sedikit pada saat kondisi seperti ini, membuat para mahasiswa sangat malas untuk menghadapi perkuliahan kala itu.

Selain kondisi di luar, kondisi di dalam mahasiswa pun ikut serta menambah kepenatan para mahasiswa.Banyak nya tugas-tugas yang deadline pengumpulannya di saat bersamaan, membuat para mahasiswa tidak bisa menahan serangan luar biasa untuk tidak tertidur dan badan yang sangat meriang akibat begadang,bukan karena insomnia tapi karena memaksakan diri mengerjakan amanah dan kewajibannya sebagai mahasiswa.

Tapi hal itu terlihat berbeda dengan para mahasiswa Jurnalistik 4 D, mereka malah tampak datang lebih awal dan asyik bersenda gurau di depan ruangan kelas.Gedung yang letak nya paling jauh dari fakultas lainnya dan juga gedung yang letaknya paling atas sehingga para mahasiswa harus lelah mendaki, yaitu gedung Z- 10 Fakultas Ilmu Komunikasi.

Mahasiswa Jurnalistik 4 D kala itu sedang menunggu sosok lelaki yang sangat menginspirasi.Sosok yang selalu memicu dan membakar semangat para mahasiswa.Sosok yang bertubuh kurus , kecil dan mengenakan kacamata berbentuk bulat layak nya Harry Potter yang bisa menyihir suasana menjadi lebih baik dengan sekali ayunan tongkat sihir.

Sosok yang sangat tepat untuk menjadi panutan, sosok yang berjalan cepat dengan menenteng tas ransel hitam besar nya di balik punggung kecil nya.Sosok tersebut terlihat dari kejahuan dan semakin jelas saja wajah yang tampak serius.Ya, sangat serius untuk memberikan ilmu-ilmu dan jasa-jasanya kepada para mahasiswa, yaitu Bapak Drs. AS Haris Sumadiria, M. Si.

Sosok yang mampu mendaur ulang pikiran mahasiswa menjadi kembali ke pengaturan awal, mampu membuat pikiran mahasiswa menjadi segar kembali.Sosok pengajar yang sangat di siplin, tetapi beliau selalu bisa membuat para mahasiswa untuk betah di kelas.

Guyonan-guyonan yang edukatif sangat mampu menggelitik perut para mahasiswa hingga tidak mampu lagi menahan bagaimana tawa asli mereka.Semua tertawa sampai suasana ricuh dan tidak jarang yang sampai mengeluarkan air mata. Tanpa lelah ia berbicara di depan kelas memberikan suasana kelas yang sangat nyaman.Sosok yang benar-benar komunikatif dan sangat menujukkan bahwa beliau seorang dosen ilmu komunikasi.

Pada awal perkenalan, beliau tampak sangat tegas hingga membuat mahasiswa ciut.Tapi beberapa menit setelah nya, gunung es yang membentengi rasa takut mahasiswa mendadak roboh karena guyonan nya yang seperti tiada obat untuk menahan untuk tidak tertawa.

Beliau berbicara dengan sangat berapi-api dari awal pertama perkenalan di depan kelas dan strategi perkuliahan yang akan mahasiswa hadapi.Berjalan ke sekeliling ruangan kelas dan mendekati mahasiswa satu-persatu dengan kata-kata yang keluar dari pita suara yang tak kenal lelah bergetar, ia membangkitkan kembali semangat mahasiswa yang sempat lesuh menjadi mampu membentuk tawa berbentuk bulan purnama yang di tutupi separuh awan.

Bapak Haris Sumadiria merupakan dosen sekaligus ketua jurusan jurnalistik Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung.Sosok yang riwayat pendidikannya adalah Alumnus Jurusan Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi (S1) dan Bidang Kajian Ilmu Komunikasi Program Pascasarjana (S2) Universitas Padjadjaran Bandung.Beliau merupakan akademisi yang memiliki intelektualitas yang tinggi.

Hal itu sangat terlihat dari cara mengajarnya dan dari tulisan-tulisannya yang sangat komunikatif.Ya, beliau merupakan seorang penulis,kolumnis,novelis, sekaligus jurnalis.Selain itu, hal itu bisa terlihat dari beliau yang kerap menjadi pemateri dalam berbagai seminar,simposium,lokakarya, dan pelatihan bidang komunikasi,jurnalistik, dan kehumasan.Lalu , beliau merupakan anggota Tim Asesor BAN PT. Sebagai konsultan komunikasi, beliau juga aktif melakukan pendampingan masyarakat di Jawa dan Bali.

Bapak Haris Sumadiria, beliau juga sosok yang sangat produktif hingga kini.Beliau merupakan penulis buku ilmu-ilmu sosial yang buku nya bertebaran dimana-mana.Tidak hanya di kampus UIN, tapi buku nya juga menjadi konsumsi para mahasiswa kampus lain. “Oh anak UIN ya? Berarti kenal Pak Haris dong ? yang buku nya bertebaran dimana-mana” Ungkap mahasiswi universitas Padjadjaran saat terlibat obrolan santai sore itu.Selain itu, buku beliau menjadi rekomendasi di toko-toko buku.

Terutama di pusat penjualan buku di Kota Bandung, yaitu Palasari.Biasanya ketika mencari buku-buku yang berhubungan dengan ilmu komunikasi, para pedagang selalu merekomendasikan buku beliau.

Buku-buku tulisan beliau antara lain Jurnalistik Indonesia, menulis artikel dan tajuk rencana, sosiologi Komunikasi.Untuk sekarang, beliau sedang dalam proses penulisan buku barunya yaitu Filsafat Komunikasi.beliau berkata

 “aku sebagai seorang dosen,sebagai seorang akademisi , aku harus menulis demi mahasiswa-mahasiswa aku.Agar mahasiswa aku lebih pintar lewat buku-buku aku. Aku juga menghasilkan karya agar orang-orang tau aku sebagai dosen yang selalu produktif sampai usia segini ” ungkap Pak Haris saat sedang mengajar di kelas.Hal tersebut juga terlihat dari tulisan di buku karangan nya yang berjudul penulisan artikel dan tajuk rencana halaman 14, yang menganalogikan fatwa Descartes menjadi “Saya menulis maka saya ada.”

Selain sebagai pengajar, beliau juga sebagai pendidik.Beliau banyak sekali menceritakan kisah-kisah inspiratif yang membuat para mahasiswa nya kagum dan ingin menjadi seperti beliau.Pengalaman hidupnya saat masa-masa kuliah misalnya, dahulu beliau berkuliah dengan biaya sendiri.

Beliau sering mengirim cerpen,resensi buku ke koran-koran dan dari situlah beliau mendapatkan biaya untuk kuliah.Di sini telihat bahwa beliau merupakan pekerja keras.Lalu, beliau selalu memberikan tugas dan langsung mengoreksi hasil tugas para mahasiswa sehingga para mahasiswa tau dimana letak kesalahan mereka dan belajar dari kesalahan.



Share:

Atmadilaga, Jiwa yang Bertempur

Sesosok laki - laki tampak sibuk mondar – mandir di ruangan yang penuh dengan karya seni yang berupa gambar maupun lukisan.

 Sosok lelaki berkulit gelap, rambut panjang yang diikat cepol , dengan garis-garis kerutan yang timbul di sekitar mata kanan dan kirinya di tambah dengan garis lesung pipinya, tanda bahwa ia sedang tersenyum.

 Tak seperti biasanya, Ia yang biasanya kerap mengenakan kaos polos, bertransformasi mengenakan setelan kemeja rapi berwarna putih hari itu, Ia tampak seperti bukan seniman.

 Satu – persatu orang tampak menyalaminya seakan – akan Ia baru saja memperoleh penghargaan terbaik dalam hidupnya. Faktanya, saat itu Angga Aditya Atmadilaga resmi membuka sebuah pameran sukses bernama “How To Draw” , pameran yang juga melibatkan publik (orang awam) dalam pengkaryaannya.

Angga merupakan artmanager dari acara pameran seni tersebut.Tak hanya itu, Angga yang juga merupakan seorang seniman, pengajar, pedagang, desainer, kontraktor dan juga sebagai Art Techniccal Support.Segala hal yang ia kerjakan sekarang , hal yang biasanya disebut orang-orang adalah karir, segala hal tersebut tidak lepas dari perjuangan dan pertempuran. Hal tersebut terefleksikan dari namanya “atmadilaga” yang berarti “Jiwa Yang Bertempur”, nama yang diambil dari garis keturunan sang nenek dari ibunda.

 Angga sendiri mulai diperkenankan menggunakan nama tersebut saat masuk usia Remaja, karena nama tersebut dirasa terlalu 'berat' untuk diberikan kepada Angga kecil. Arti dari 'Jiwa yang bertempur ' sendiri dilandasi pula oleh latar belakang keluarga nenek dan kakek yang memang pada masanya memiliki kemampuan dan ketertarikan pada pertempuran, baik secara fisik maupun gairah bertarungnya. Dan latar belakang itu berkembang menjadi kesadaran mental sebagai makna filosofi nama Atmadilaga.

Angga yang semasa berkuliah mengarahkan diri pada jurusan seni rupa di salah satu Universitas ternama di Indonesia yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB). Bidang Seni Rupa sebenarnya bukan bidang yang Angga tuju dalam karirnya. Keinginan memasuki bidang ini baru dimulai di akhir tingkat SMU. Saat itu Ia ingin masuk pada bidang pelajaran yang sepenuhnya impulsif, Ketika Ia bisa menjauhi logika dan hal - hal sejenisnya, ketika Ia bisa merayakan tindakan yang tiba tina.Hal itulah yang membuat Angga memilih kuliah jurusan Seni Rupa, atau Seni Murni sebutannya untuk masa itu.

Salah satu karya yang mempengaruhi Angga dalam ideologi dibidang seni yaitu ketika Ia di tingkat 1 perkuliahan. Sebuah Karya yang awalnya dibuat karena sebuah peristiwa yang cukup membuat rakyat indonesia geram, yaitu isu klaim batik oleh malaysia.

 Masalah yang di lakukan oleh negara tetangga dalam hal hak paten karya seni batik yang merupakan ciri khas dan sejatinya milik negara Indonesia, menyebabkan lahirnya ide di pikiran Angga untuk membuat sebuah karya yang berhubungan dengan hal tersebut.

 Ia pun menciptakan karya berupa es balok setinggi 1 m, dengan lebar 20 cm, dan panjang 80 cm yang didalamnya di simpan batik yang beku dalam balok es. Lalu, hasil karya menakjubkan ini di letakkan di area publik, tepat di jalan utama Kampus ITB yaitu Jalan Ganesha nomor 10 Bandung. 

Selama karya itu di publikasikan, Angga memilih untuk tidak berkuliah. Ia ingin melihat apa yang akan dilakukan mereka yang melalui dan melihat karyanya. Selanjutnya, Ia menangkap banyak hal yang menyenangkan. Mulai dari pihak yang heran bagaimana cara memasukan batik dalam es, ada juga yang menjilat es tersebut untuk memastikan benar bahwa benda dihadapannya memang Es, dingin,keras, dan mencair, 

Ada juga yang menaburi dengan garam agar es tersebut lebih lama mencair, ada pula yang memahatnya menuliskan kata cinta bagi pacarnya yang entah siapa itu. Karya ini mempengaruhi Angga untuk membuat karya yang sepenuhnya mudah diakses publik, dapat berkomunikasi dengan publik dan merayakan estetik di luar galeri. Ini ialah karya Angga yang akhirnya membuatnya mulai mencintai dan mencari makna apa definisi seni, baginya.

Ada pula hal menarik di bidang seni yang di lakukan Angga menyita perhatian publik yaitu ketika Ia dan teman – temannya menciptakan workshop karya publik dengan merespon keadaan kota bandung melalui seni. Dalam workshop itu mereka saling mengasistensi ide, konsep, gagasan visual mengenai apa yang ingin dihadirkan di lingkungan publik yang merespon suatu permasalahan tertentu.

Dari diskusi itu digagaslah sebuah karya yang merespon jeleknya jalanan kota Bandung, khususnya jalanan sumur bandung di Bandung Utara, Dago. Jalanan daerah itu begitu rusak, berkubang dan juga becek, cukup banyak kecelakaan yang terjadi di kawasan itu. Akhirnya diputuskanlah kawasan tersebut akan di set selayaknya jalur kendaraan Off Road. 

Dibuatlah bendera Start hingga Finish, Bendera pembatas jalan, dan pernak pernik lainnya yang menciptakan atmosfer Off Road. Pekerjaan yang dibuat dalam waktu 1 malam, dipasang pada dini hari, Dan esoknya terciptalah jalan offroad. Sebuah jalan umum yang beralih visual menjadi jalanan Off Road yang menarik pihak wartawan untuk memotret dan mewartakan kembali hal tersebut, yang kemudian di publish di surat kabar. 

Hal ini membuat keesokan harinya jalan tersebut langsung diperbaiki. Suatu kritik halus yang menyenangkan namun berdampak besar bagi penanganan masalah tersebut secara cepat. " Seni menjadi tajam, meski dalam bentuk yang paling riang”.

Angga memulai membangun pekerjaan di tingkat pertama kuliah, mulai dari sebagai pembuat karikatur wajah, membangun elemen estetik, desainer artistik, bahkan badut petunjuk jalan. Sedangkan untuk pekerjaan di kala itu, banyak sekali project - project yang gagal.

Tapi Angga memang berharap kegagalan banyak Ia telan ketika Ia berada di bangku kuliah, sehingga Ia bisa meminimalisir kesalahan di saat Ia sudah lulus. Hal ini juga tidak lepas dari latar belakang seni rupa Angga.Cukup banyak pihak awam yang merasa bahwa setiap anak seni rupa mampu melakukan hal hal yang berkaitan dengan kreasi, mulai dari pembuatan gambar, desain, pembuatan furniture, arsitektur, fashion, dan lainnya.

 Hal ini berkaitan erat pula dengan sikap Angga yang sering mengatakan “Ya” untuk setiap tawaran, apapun itu. Sedari kuliah Angga sepenuhnya menginap di kampus. Karena itu, Ia sudah harus membiayai segala kebutuhan dan pengeluaran.

Pernah di masa masa ini Angga menangis di Mesjid Salman, alasannya karna Angga menyadari Ia tidak memiliki uang sepeserpun untuk membayar biaya parkir agar motornya bisa keluar. Lalu, sebenarnya jikapun motornya bisa keluar Ia tak memiliki bensin untuk berpergian. 

 Di masa ini, Angga dan kawan kawannya sering makan siang bersama. Masing - masing menyumbang apa yang bisa disumbangkan, ada yang menyumbang gorengan, nasi saja, atau hanya sekedar piring, yang penting makan bersama, perasaan kesulitan ini sebenanrnya menjadi percikan romantisme yang membuat pengaruh pada kebijakan kebijakan di usaha Angga kini.

Selain itu, ada pula pengalaman dan memori semasa kuliah yang selalu Angga simpan dan dimana hal tersebut berhubungan dengan apa yang sedang Ia lakukan saat ini. Angga dulu sempat bekerja sebagai badut penunjuk arah jalan, kala itu Ia selalu kesulitan membeli material peralatan seni rupa, misalkan saja dulu untuk membeli peralatan cukil kayu seharga Rp 125.000 hingga ia memutuskan bekerja sebagai badut penunjuk jalan untuk menambah-namabah membeli peralatan kebutuhan kuliah. Tapi dari hal ini pula lahirlah sebuah tekad yang kuat dari dalam diri jiwa yang bertempur tersebut, bahwa kelak Ia harus memiliki toko art supplies, yaitu Just Art Supplies yang ada kini.

Di kampusnya, Angga sempat menjabat ketua Pagelaran Seni Budaya ITB. Sebagai seorang ketua, Angga harus memberikan loyalitas sepenuhnya kepada kegiatan yang sedang ia laksanakan. Angga harus mengesampingkan kepentingan pribadinya, termasuk mengesampingkan pendidikannnya. Jiwa yang bertempur, memang memiliki sifat seperti itu, dalam jiwanya memang sudah terlatih dan suda mengakar jiwa seorang pemimpin sejati.

Tapi, sesungguhnya karena banyaknya kegiatan project yang Ia naungi di masa kuliah, Angga kerap mengabaikan waktu kelulusannya. Baru 3 bulan sebelum masa Drop Out (D.O) bagian tata usaha menanyakan padanya apa Ia masih memiliki keinginan dan mau meneruskan pendidikan Sarjananya atau Ia hanya mau menunggu waktu D.O. 

Tentu, pilihan tersebut bukanlah keputusan yang sulit, tapi akan sulit dalam fakta pengerjaannya atas keputusan yang Ia pilih. Tapi, Angga bertekad Ia harus lulus dan sarjana. Maka dengan tekad yang ia pegang dan tanggung jawab yang telah menjadi dasar jiwanya, dalam waktu 2 bulan Ia dapat dengan sukses menyelesaikan Tugas Akhirnya.

Saat sidang berlangsung, timbul fikiran dalam kepala Angga. Ia mempertimbangkan setelah Ia lulus, Ia ingin terjun kedalam dunia militer.Tapi , mendadak fikiran atas rencana tersebut sirna. Ternyata usai sidang, Para Dosen menawarkan Angga untuk menjadi Pengajar di ITB dan tentu saja saat itu Angga langsung menerimanya.

Setelah Angga lulus, Ia tak memiliki hal apapun selain selembar kertas yang didapatkan dengan tindakan keras pengerjaan lembaran – lembaran dibawah tekanan D.O yang menentukan apakah Ia layak atau tidak mendapati selembar kertas tersebut, Ijazah.

 Saat itu, menjadi asisten pengajarpun belum mendapatkan penghasilan yang cukup baginya, karena sebagian penghasilan asisten yang Ia dapatkan akan ditukarkan dengan beasiswa saat menempuh S2, untuk meraih selembar kertas yang tingkatan nilainya lebih tinggi dari yang sebelumnya Ia peroleh.

Untungnya, waktu lalu sebelum lulus, Angga telah mengasah mentalnya. Ia membiasakan diri mengambil segala resiko. Ia pikir dengan usianya yang masih muda, akan ada waktu jikapun Ia melakukan suatu kesalahan. 

Maka setelah lulus, Angga mengambil resiko yang besar dengan meminjam lembaran – lembaran kertas yang digunakan semua manusia (kecuali beberapa suku tertentu) untuk melakuan transaksi demi memenuhi kebutuhan ataupun keinginan hidup. Angga pun segera mencari Bank yang dapat menerima Ijazah sebagai Agunan pinjaman.

 Terdapat beberapa Bank yang menrima Ijazah Cap Gajah bergading satu itu. Ia pun menggadaikan ijazah tersebut dengan harga dua puluh juta rupiah. Lalu, Angga yang sebelumnya telah berdiskusi dengan temannya, sepakat untuk membuat usaha Art Supplies Online (penyuplai barang – barang seni yang dilakukan melalui media sosial) yang selama ini menjadi ambisi utama yang tak terlupakan sejak jaman kuliah. Art Supplies Online tersebut bernama Gudang Mesiu, yang teletak di daerah Gatot Subroto. Jual – beli Gudang Mesiu dilakukan melalui sebuah Blog pada tahun 2011.

Ambisi dan mimpi Angga untuk memiliki Art Supplies memang telah ia dapatkan. Tapi, 3 bulan setelah launchingnya Gudang Mesiu, Angga menyadari bahwa bangkrut. Tak hanya itu, tabungannya juga habis ! habis karena 2 hal, pertama Ia keliru membeli barang dengan perputaran uang yang lambat dan barang yang rentan rusak.

 Lalu hal yang kedua ialah banyaknya teman Angga yang meminjam uang padanya yang ia tidak dapat menolak meminjamkan saat itu, dan ia pun tahu ia tidak bisa menagihnya. Di situ Angga berpikir bagaimana caranya agar Ia dapat membayar cicilan hutang sebesar Rp 1,2 juta perbulan yang tidak sebanding dengan pendapatannya yang hanya sebesar Rp 120.000 per-bulan di tahun 2011. Jauh dari Upah Minimum Regional (UMR) paling minim pun jauh dari kata “YA”.

Maka akhirnya selain menjual art supplies, Angga menambahkan layanan jasa konsultasi estetik. Mulai dari pekerjaan interior, patung, landscape dan penciptaan karya seni. Dengan metode ini Angga bisa menjual jasa layanan konsultasi plus dengan tawaran pembuatannya yang berarti menggunakan material miliknya.

Ide ini tak berjalan terlalu buruk, tapi setidaknya pas sekali dengan biaya yang dibutuhkan untuk membayar biaya cicilan bank. Selama 6 bulan pertama, yang Angga dan temannya lakukan ialah bertahan, tidak ada keuntungan. Salah satu keuntungan yang Ia kenang selama 6 bulan itu adalah Ia dan temannya bisa membeli sepatu boots seharga Rp 180.000 untuk dua pasang. harga yang sangat murah, namun cukup bergaya di kala itu.

Selanjutnya, Ia dan temannya mulai bisa kredit motor dari sistem kerja ini. Motor yang mereka butuhkan untuk pengerjaan pembangunan proyek bambu di lembang. Tapi,tak ada keuntungan besar yang mereka dapatkan karena klient mereka belum ingin terlalu membayar mahal untuk jasa konsultasi. 

Selain itu, mereka kerap salah melalakukan perhitungan anggaran biaya, jelas, banyaknya penipuan yang mereka alami. Pernah mereka mengalami penipuan oleh tim pekerja yang sebenranya sudah menjadi langganan mereka. Mereka memesan bambu seharga 25 juta, untuk dikirimkan pada tempat mereka kerja di 3 hari menjelang acara. Ternyata, bambu tidak datang dan mereka harus mengganti rugi kepada panitia. Tiba - tiba saja mereka memiliki hutang begitu banyak akibat penipuan dan juga denda yang besar.

Akhirnya masa itu tiba, masa ketika kejenuhan mulai terasa. Mental Angga dan teman – temannya nya diuji, saat salah satu dari tiga orang temannya akhirnya memilih mundur. Akhirnya Gudang Mesiu resmi diberhentikan, dengan menyisakan hutang yang masih harus dibayar selama 2 tahun kedepan.

Beberapa waktu berselang hal tersebut, Angga mendapatkan panggilan dari temannya yang mengatakan bahwa ada satu perusahaan yang tertarik dengan konsep Gudang Mesiu, yakni penjualan Art Supplies Online. Perusahaan tersebut mengajak Angga bekerjasama dan pemilik perusahaan tersebut meminta Angga untuk membangun medialukis.com. Dengan biaya investasi yang sangat besar bagi Angga dan temannya di saat itu. Maka dimulailah proyek pembangunan medialukis. com yang memakan waktu 2 tahun karna ada 1700 produk yang harus di setting sistem penjualan dan promosinya dengan pengerjaan mulai dari 0, baik itu konten, desain web, pembangunan web, data internal, dan banyak hal lainnya.

Angga sudah cukup nyaman dalam project ini, secara pendapatan dan waktu kerja seharusnya tidak ada masalah. Namun Jiwa yang bertempur enggan diam, dia selalu mencari apa yang bisa membakar dirinya, maka Ia memutuskan untuk berkeliling bandung, berhujan hujan ria, memikirkan apa yang ingin dilakukan berikutnya. 

Lalu, ketika Ia mengingat namanya, terbelesitlah untuk memasukan kata Art pada usaha miliknya dan tercetuslah ARTMADILAGA. Ia pun mulai membangun manajemen Artmadilaga dan memasukan namanya untuk terdaftar sebagai badan hukum. Artmadilaga yang Angga jalankan sendiri melanjutkan Gudang Mesiu yang Ia kembangkan dengan penambahan beberapa hal terkait Managemen Seni dan Budaya.

Angga pun memeiliki 2 pekerjaan utama yakni Artmadilaga dan medialukis. Namun di tahun 2015 ini Ia memutuskan keluar dari medialukis, hal ini terkait dengan keadaanku yang sulit menerima kebijakan investor sekaligus pemiliksaham besar medialukis mengenai sebuah project. Akhirnya Angga memutuskan melepas medialukis dan juga How To Draw penuh.

 Angga akan memulai kembali dari Nol. Hal ini mengajarinya bahwa Ia tak ingin kembali berhubungan dengan investor. Alasannya, Ia tak pernah bisa mengetahui hal sebenarnya yang diinginkan seorang investor terkait kebijakan suatu perusahaan. Ia lebih memilih berhubungan dengan Bank, yang tak pernah mencampuri kebijakannya sejauh Ia "mensuapinya" dengan rutin " . Di tahun 2016 akan ada banyak hal yang Ia dan tim manajemennya rencanakan untuk mereka launching, semua di bahwa managemen Artmadilaga :)




































Share:

Mahasiswi UIN Bandung


Mungkin jika anda mendengar kata mahasiswi, anda akan berpikir seseorang yang sedang duduk di bangku kuliah, memiliki isi kepala yang brilliant, berwawasan luas, cantik , modis dan yang pastinya gaul.

Semua mahasiswi terlihat sama, dari mulai dandanan, tempat nongkrong, hingga hal – hal yang di bahas. Seorang mahasiswi dimanapun berada, entah mengapa memiliki aura tersendiri. 

Kita bisa tahu saja kalau orang tersebut adalah mahasiswi. Begitupula dengan mahasiswi Universitas Islam Negri Bandung. Para mahasiswi kampus ini terlihat memiliki aura tersendiri dan memiliki ciri khas tersendiri, berbeda dengan mahasiswi lainnya.Perbedaan tersebut yaitu :

1. Mahasiswi UIN Bandung wajib mengenakan jilbab saat berkuliah
Ya ! Mahasiswi UIN Bandung wajib mengenakan jilbab saat berkuliah. Berpijak pada filosofi nama dari kampus UIN yang merupakan kampus islam, jadi kebijakan kampus tersendiri mewajibkan mahasiswinya mengenakan jilbab. Jika anda berkunjung ke UIN, anda tidak akan pernah menemukan seorang mahasiswi pun yang tidak mengenakan jilbab, hal inilah merupakan ciri khas mahasiswi UIN yang berbeda dengan mahasiswi Universitas lainnya. Jadi, jika anda ingin mencari jodoh wanita berhijab, anda bisa langsung datang saja ke UIN .. EHEHEH

2. Mahasiswi UIN Bandung terlihat lebih rapi dari kebanyakan mahasiswi Universitas umum lainnya
Mahasiswi UIN terlihat lebih rapi karena mahasiswi UIN mengenakan jilbab. So, mahasiswi UIN Bandung mengenakan pakaian tertutup dan kebanyakan mereka karena berhijab memilih mengenakan rok sebagai keserasiannya, sehingga mahasiswi UIN terlihat lebih rapi dari mahasiswi lainnya.
3. Selain mengenakan jilbab, mahasiswi UIN Bandung juga dilengkapi pengetahuan agama

EITSS ! Ini loh salah satu yang membedakan mahasiswi UIN Bandung dengan mahasiswi universitas lainya yang juga mengenakan jilbab. Mahasiswi UIN Bandung di lengkapi dengan pengetahuan agama. Di kampus UIN Bandung di bekali pula pembalajaran agama dan persyaratan lulus juga diwajibkan menghampalkan Al-Qur’an antara 1 hingga 3 juzz. Okey, kurang apalagi coba mahasiswi UIN Bandung ? Udah mah cantik, berjilbab, tau agama, pada seneng deh calon mertua kalo begini ceritanya. MWHEHEHE..

4. Meski mengenakan hijab, mahasiswi UIN Bandung tetap keren dan kece

Bandung , merupakan kota fashion, Parisnya Indonesia. Tidak heran jika mahasiswi UIN Bandung juga tampil modis walaupun mengenakan hijab. Mahasiswi UIN tampil sangat anggun dengan padu padan pakaian yang lagi trend, namun tetap sopan. Tetap bergaya , namun tampak lebih unik karena hijab yang dikenakan juga dibentuk sesuai Trend saat ini. Tampak sangat cantik dengan berani tampil beda

5. Walau mengenakan hijab, tidak membatasi mahasiswi UIN Bandung untuk menunjukkan bakatnya bakat

Mahasiswi UIN Bandung adalah mahasiswi yang berani mengeluarkan bakat mereka tanpa terbatasi karena mereka mengenakan jilbab. Banyak juga mahasiswi UIN Bandung yang menjadi model berhijab karena kecantikan dan kemodisan mereka. Apalagi di zaman sekarang hijab merupakan suatu Trend, banyak dari fotografer yang meminta mahasiswi UIN Bandung khususnya di bidang modelling untuk menjadi model pemotretan mereka.

6. Mahasiwi UIN Bandung merupakan mahasiswi yang STRONG !

STRONG ? MENGAPA ? HMM..

Karena salah satu jurusan di kampus UIN Bandung adalah jurusan Jurnalistik. Bayangin dong seorang jurnalis berjilbab lari – lari di tengah terik matahari dengan memakai pakaian tertutup untuk mencari sebuah berita demi di publikasikan dan memberikan informasi ke khalayak luas. Walaupun panasnya merebus badan tapi para mahasiswi UIN Bandung jurusan jurnalistik tetap strong, creative, berani, kece badai !! Heheehe

Nah , itulah beberapa about about tentang mahasiswi UIN Bandung yang kece membahana badai. Sangat menarik dan berbeda dengan mahasiswi lainnya ? So, bagi yang penasaran yuk ah berkunjung ke UIN Bandung, siapa tau ada yang cari jodoh, *eh, penasaran maksutnya.. HEHEHEE...
Share:

kampung naga

oleh : Rissa Indrasty
a.Masyarakat

Masyarakat yang mendiami Kampung Naga berjumlah 340 jiwa.Masyarakat kampung Naga merupakan masyarakat yang senantiasa kuat mempertahankan landasan adat dan kebuyaannya.Walaupun begitu, masyarakat kampung Naga tidak pernah membeda-bedakan etnis dan kebudayaan.Masyarakat kampung Naga sangat menghargai perbedaan kebudayaan.Mereka menganggap perbedaan etnis dan kebudayaan harus di sikapi dengan warna (perbedaan yang indah) dalam kehidupan,karena dalam kacamata kebudayaan sikap membeda-bedakan akan menyebabkan pertentangan dan perselisihan.

Aktivitas dan mata pencaharian masyarakat Kampung Naga adalah bersawah,berkebun, berdagang dan kerajinan.Masyarakat kampung Naga memiliki pola hidup bersama alam.Masyarakat menganggap perlakuan haruslah baik terhadap alam karena alam merupakan signal.Jika berlaku baik terhadap alam, maka alam pun juga sebaliknya.

Seperti layaknya di desa atau kota, di Kampung Naga juga terdapat RT dan RW seperti pemerintahan.

b. Kondisi Sosial dan Budaya

Masyarakat kampung naga merupakan masyarakat sederhana yang rukun dan damai, karena di kampung naga tidak ada perselisihan.Selain itu masyarakat kampung Naga juga masyarakat yang mamiliki sifat bergotong royong, hal itu di tandai dengan bagaimana mereka membangun rumah mereka sendiri dengan cara bergotong royong.

Masyarakat Kampung Naga merupakan masyarakat yang sangat kuat memegang landasan kebudayaan, yaitu kebudayaan sunda.

c. Kesenian

Masyarakat Kampung Naga merupakan masyarakat yang kreatif.Sebagian dari masyarakat Kampung Naga bermata pencaharian kerajinan. Dari mereka ada yang membuat kerajinan gelas dan piring dari bahan alam.Mereka juga membuat vigura ,pajangan,aksesoris yaitu gelang,kalung, tas,topi.Pemerintah menurunkan orang-orang ahli dalam bidang kerajinan dan kesenian untuk mengajari masyarakat Kampung Naga membuat kerajinan dan barang-barang kesenian tersebut agar masyarakat kampung naga semain kreatif dan semakin banyak mengundang wisatawan yang datang mengunjungi kampung naga.

Di kampung naga juga terdapat hiburan tradisional yang bernama terbang sejak.Memang tidak ada ketukannya, tetapi enak di dengar. terdapat Tidak hanya itu, di kampung naga juga terdapat pelukis sekaligus penjual lukisan yang menjual lukisan pemandangan kampung naga yang indah dan hijau.

d. Adat dan kebudayaan

Aktivitas adat dan kebudayaan kampung Naga lebih bersifat religi.Pada umumnya masyarakat kampung naga mengadakan upacara adat yang berkaitan dengan bulan besar islam, seperti 1 Muharram,Idul Fitri,Idul Adha.Khasnya masyarakat kampung naga membuat tumpeng,ziarah ke makam para leluhur dan mengadakan pengajian di masjid yang di pimpin oleh kuncen.

e. Pengaruh budaya asing terhadap budaya setempat

Kampung Naga merupakan kampung tradisional, tetapi senantiasa eksis di era perkembangan globalisasi dan teknologi pada saat ini.Hal ini masyarakat kampung naga yang sederhana sangat berpegang teguh pada landasan adat dan kebudayaan,sehingga kampung naga masih bisa eksis.

Dalam hal perkembangan teknologi, masyarakat kampung naga tidak ada ruang yang tersembunyi.Di kampung naga sebagian masyarakat ada yang sudah menggunakan Handphone.Hal itu di karenakan tekanan kehidupan yang besar, yang membuat masyarakat masyarakat menggunakan handphone demi membantu kelancaran dalam berkomunikasi. Tapi walaupun begitu, masyarakat kampung naga tetap mempertahankan gaya hidup yang tradisional.Masyarakat kampung naga mempunyai prinsip “Hidup gaya boleh,tapi gaya hidup harus tetap di pertahankan.”

f. Peranan norma dan hukum adat

Di kampung naga, membangun rumah tidak boleh melebihi megahnya masjid.

Di kampung naga, jika ingin menikahi seorang wanita yang berada di kampug naga, tidak boleh mengadakan pesta.Penyebaran berita pernikahan hanya dilakukan dari mulut-kemulut saja.

Di kampung naga, tidak ada batasan atau pantangan soal menikah,asal satu agama.

Di kampung naga, 1 rumah tidak boleh di huni oleh dua kepala keluarga.


g. Keunikan yang terdapat di kampung naga
 Rumah di kampung naga

Di kampung Naga, posisi rumah saling berhadap-hadapan.Depan sama depan,belakang sama belakang.Rumah di kampung naga hanya memiliki pintu masuk atau keluar di depan, tidak memiliki pintu di bagian belakang, hal itu sesuai dengan pola hidup masyarakat kampung naga yang sederhana,gotong royong,hidup bersama alam.
- Satu rumah tidak bleh di huni oleh dua kepala negara

- Atap rumah kampung naga dapat bertahan selama 40 tahun

Atap rumah kampung naga terbuat dari injuk yang dapat betahan selama 40 tahun,Siang hari di dalam ruangan terasa sejuk sedangkan malam hari terasa hangat hal itu dikarenakan pengaruh penyerapan udara karena warna atap tersebut adalah hitam.
- Bahan bangunan membuat rumah kampung naga di dominasi dari alam

- Bahan bangunan di kampung naga terdiri dari 6 jenis bahan bangunan, yaitu atap/injuk,kayu,bambu,paku,kaca,kapur,batu.

- Di kampung naga, terdapat dua hutan yaitu hutan garapan dan hutan lindung.Hutan garapan merupakan hutan milik masyarakat yang merupakan perkebunan masyarakat sedangkan hutan lindung merupakan hutan yang di lindungi yang terdapat dekat kampung naga.Masyarakat kampung naga sangat melindungi hutan tersebut.Bahkan jika pohon hutan lindung tersebut tumbang dan memasuki area kampung naga, maka masyarakat akan mengembalikan pohon itu kembali ke dalam area hutan.
- Di bagian dalam rumah kampung naga tidak terdapat kursi, karena masyarakat memegang prinsip duduk sama rata, berdiri sama tinggi
- Rumah adat kampung naga merupakan rumah anti gempa

Rumah adat kampung naga merupakan bangunan sunda anti gempa.Para leluhur menggambarkan rumah kampung naga seperti strutur tubuh manusia, yaitu kaki,badan dan kepala.Di sisi kiri kanan rumah adat kampung naga terdapat batu setinggi 5 cm yang menjadi pijakan rumah tersebut (kaki) , lalu badan rumah (badan) , dan atap (kepala).Dulu, pada saat terjadi gempa bumi 7,3 SR kampung naga tidak apa-apa.Selang satu minggu, para wartawan mendatangi kampung naga untuk memastikan hal tersebut.Lalu, setelah selang dua minggu kemudian,sudah ada gambar struktur rumah tahan gempa persis seperti rumah kampung naga di kecamatan.

- Kampung naga tidak menggunakan listrik

Di kampung naga tidak memiliki listrik. Untuk penerangan saat malam, masyarakat kampung naga memakai lampu petromax.Sedangkan jika saat akan tidur, masyarakat kampung naga menggunakan lampu teplok. Di kampung naga juga memiliki TV dan radio untuk menambah wawasan dan intelektual, barang-barang elektronik tersebut bisa menyala karena menggunakan aki pada batrai.Semua masyarakat bisa menjangkau dengan pola hidup yang sederhana tersebut.
- Khas pintu rumah adat kampung naga

Pintu rumah adat kampung naga ciri khas nya adalah anyaman.Di sebut dengan anyaman sesek.pintu rumah tersebut terdapat sela-sela atau lubang-lubang yang berfungsi untuk ventilasi.Lubang-lubang tersebut juga berfungsi agar penghuni yang berada di dalam rumah bisa melihat ke arah luar,tapi unik nya masyarakat yang berada di luar rumah dan masyarakat yang berada di luar rumah tidak dapat melihat ke arah dalam melalui lubang-lubang pintu tersebut.
- Rumah adat di kampung naga tidak pernah di kunci.

- Ada salah satu bangunan di kampung naga yang berpagar, tidak boleh di foto.

- Jika ingin meuju kampung naga, kita harus melalui sekitar 400 anak tangga.



By : Rissa Indrasty



Share:

Popular Posts

Definition List

Unordered List

Support