Blog yang berisi berita - berita, pikiran - pikiran, kisah dan tulisan - tulisan yang di tulis langsung oleh Rissa Indrasty, seorang mahasiswa jurusan jurnalistik . :)

Paramore

Paramore itu merupakan sebuah grup musik asal Amerika Serikat yang dibentuk pada tahun 2004. Grup musik ini bermarkas di Franklin, Tennessee.

Rabu, 27 April 2016

Sang Penyihir Semangat

Matahari pagi menjelang siang menyelimuti wilayah Cibiru, Kota Bandung.Panas nya matahari yang memancar dengan ganas seakan-akan ingin menjilat dan melenyapkan apapun yang ada di depannya dalam sekejap.

Sepertinya dewa matahari bangkit dari tidur panjang nya setelah belakangan lelah berperang, melawan awan abu-abu cumolonimbus yang ta tidak ingin kalah bersaing menunjukkan kehebatannya kepada Bumi.

Bukan hanya panas yang sedang di hadapi Bumi bagian Cibiru kala itu, tapi juga hamparan Carbonmonoksida yang seperti akan memakan habis oksigen menghiasi jalanan yang padat.

Pohon-pohon yang berada di sekitar jalanan yang ikut andil mempertahankan oksisigen kala itu, ikut kewalahan akibat asap-asap hitam kendaraan umum yang sudah sudah rongsok dan asap-asap rokok dari para pria-pria berkulit hitam yang saling beradu mendapatkan orang-orang yang ingin kembali pulang karena mrerindu pada tanah lahir.

Sekan tidak perduli betapa sesak nya nafas demi memperoleh oksigen, para pria berasapkan rokok tersebut tetap mencari penumpang.Mungkin mereka lebih menyukai karbonmonoksida.

Berbeda dengan pria penghisap rokok, para mahasiswa yang berkuliah di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung kala itu sedang menghadapi problematika yang rumit.

Ganas nya matahari yang menghanguskan kulit dan membuat gerah, nafas yang terengah-engah karena berjalan kaki dengan terburu-buru karena takut matahari akan menyantapnya , oksigen yang jumlah nya sedikit pada saat kondisi seperti ini, membuat para mahasiswa sangat malas untuk menghadapi perkuliahan kala itu.

Selain kondisi di luar, kondisi di dalam mahasiswa pun ikut serta menambah kepenatan para mahasiswa.Banyak nya tugas-tugas yang deadline pengumpulannya di saat bersamaan, membuat para mahasiswa tidak bisa menahan serangan luar biasa untuk tidak tertidur dan badan yang sangat meriang akibat begadang,bukan karena insomnia tapi karena memaksakan diri mengerjakan amanah dan kewajibannya sebagai mahasiswa.

Tapi hal itu terlihat berbeda dengan para mahasiswa Jurnalistik 4 D, mereka malah tampak datang lebih awal dan asyik bersenda gurau di depan ruangan kelas.Gedung yang letak nya paling jauh dari fakultas lainnya dan juga gedung yang letaknya paling atas sehingga para mahasiswa harus lelah mendaki, yaitu gedung Z- 10 Fakultas Ilmu Komunikasi.

Mahasiswa Jurnalistik 4 D kala itu sedang menunggu sosok lelaki yang sangat menginspirasi.Sosok yang selalu memicu dan membakar semangat para mahasiswa.Sosok yang bertubuh kurus , kecil dan mengenakan kacamata berbentuk bulat layak nya Harry Potter yang bisa menyihir suasana menjadi lebih baik dengan sekali ayunan tongkat sihir.

Sosok yang sangat tepat untuk menjadi panutan, sosok yang berjalan cepat dengan menenteng tas ransel hitam besar nya di balik punggung kecil nya.Sosok tersebut terlihat dari kejahuan dan semakin jelas saja wajah yang tampak serius.Ya, sangat serius untuk memberikan ilmu-ilmu dan jasa-jasanya kepada para mahasiswa, yaitu Bapak Drs. AS Haris Sumadiria, M. Si.

Sosok yang mampu mendaur ulang pikiran mahasiswa menjadi kembali ke pengaturan awal, mampu membuat pikiran mahasiswa menjadi segar kembali.Sosok pengajar yang sangat di siplin, tetapi beliau selalu bisa membuat para mahasiswa untuk betah di kelas.

Guyonan-guyonan yang edukatif sangat mampu menggelitik perut para mahasiswa hingga tidak mampu lagi menahan bagaimana tawa asli mereka.Semua tertawa sampai suasana ricuh dan tidak jarang yang sampai mengeluarkan air mata. Tanpa lelah ia berbicara di depan kelas memberikan suasana kelas yang sangat nyaman.Sosok yang benar-benar komunikatif dan sangat menujukkan bahwa beliau seorang dosen ilmu komunikasi.

Pada awal perkenalan, beliau tampak sangat tegas hingga membuat mahasiswa ciut.Tapi beberapa menit setelah nya, gunung es yang membentengi rasa takut mahasiswa mendadak roboh karena guyonan nya yang seperti tiada obat untuk menahan untuk tidak tertawa.

Beliau berbicara dengan sangat berapi-api dari awal pertama perkenalan di depan kelas dan strategi perkuliahan yang akan mahasiswa hadapi.Berjalan ke sekeliling ruangan kelas dan mendekati mahasiswa satu-persatu dengan kata-kata yang keluar dari pita suara yang tak kenal lelah bergetar, ia membangkitkan kembali semangat mahasiswa yang sempat lesuh menjadi mampu membentuk tawa berbentuk bulan purnama yang di tutupi separuh awan.

Bapak Haris Sumadiria merupakan dosen sekaligus ketua jurusan jurnalistik Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung.Sosok yang riwayat pendidikannya adalah Alumnus Jurusan Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi (S1) dan Bidang Kajian Ilmu Komunikasi Program Pascasarjana (S2) Universitas Padjadjaran Bandung.Beliau merupakan akademisi yang memiliki intelektualitas yang tinggi.

Hal itu sangat terlihat dari cara mengajarnya dan dari tulisan-tulisannya yang sangat komunikatif.Ya, beliau merupakan seorang penulis,kolumnis,novelis, sekaligus jurnalis.Selain itu, hal itu bisa terlihat dari beliau yang kerap menjadi pemateri dalam berbagai seminar,simposium,lokakarya, dan pelatihan bidang komunikasi,jurnalistik, dan kehumasan.Lalu , beliau merupakan anggota Tim Asesor BAN PT. Sebagai konsultan komunikasi, beliau juga aktif melakukan pendampingan masyarakat di Jawa dan Bali.

Bapak Haris Sumadiria, beliau juga sosok yang sangat produktif hingga kini.Beliau merupakan penulis buku ilmu-ilmu sosial yang buku nya bertebaran dimana-mana.Tidak hanya di kampus UIN, tapi buku nya juga menjadi konsumsi para mahasiswa kampus lain. “Oh anak UIN ya? Berarti kenal Pak Haris dong ? yang buku nya bertebaran dimana-mana” Ungkap mahasiswi universitas Padjadjaran saat terlibat obrolan santai sore itu.Selain itu, buku beliau menjadi rekomendasi di toko-toko buku.

Terutama di pusat penjualan buku di Kota Bandung, yaitu Palasari.Biasanya ketika mencari buku-buku yang berhubungan dengan ilmu komunikasi, para pedagang selalu merekomendasikan buku beliau.

Buku-buku tulisan beliau antara lain Jurnalistik Indonesia, menulis artikel dan tajuk rencana, sosiologi Komunikasi.Untuk sekarang, beliau sedang dalam proses penulisan buku barunya yaitu Filsafat Komunikasi.beliau berkata

 “aku sebagai seorang dosen,sebagai seorang akademisi , aku harus menulis demi mahasiswa-mahasiswa aku.Agar mahasiswa aku lebih pintar lewat buku-buku aku. Aku juga menghasilkan karya agar orang-orang tau aku sebagai dosen yang selalu produktif sampai usia segini ” ungkap Pak Haris saat sedang mengajar di kelas.Hal tersebut juga terlihat dari tulisan di buku karangan nya yang berjudul penulisan artikel dan tajuk rencana halaman 14, yang menganalogikan fatwa Descartes menjadi “Saya menulis maka saya ada.”

Selain sebagai pengajar, beliau juga sebagai pendidik.Beliau banyak sekali menceritakan kisah-kisah inspiratif yang membuat para mahasiswa nya kagum dan ingin menjadi seperti beliau.Pengalaman hidupnya saat masa-masa kuliah misalnya, dahulu beliau berkuliah dengan biaya sendiri.

Beliau sering mengirim cerpen,resensi buku ke koran-koran dan dari situlah beliau mendapatkan biaya untuk kuliah.Di sini telihat bahwa beliau merupakan pekerja keras.Lalu, beliau selalu memberikan tugas dan langsung mengoreksi hasil tugas para mahasiswa sehingga para mahasiswa tau dimana letak kesalahan mereka dan belajar dari kesalahan.



Share:

Berkurangnya Jumlah Pembelian Cabai



Oleh : Rissa Indrasty

Bandung - “Yang beli cabai jadi berkurang, dari 1 ons menjadi ½ ons misalnya” ujar Hj.Mamah (52) salah satu pedagang saat di tanyai di Pasar Induk Gedebage, Selasa (18/11).

Harga cabai merah merangkak naik di pasaran sejak awal pekan. Harga cabai yang sebelumnya Rp 55 ribu per kilogram (kg) menjadi Rp 65 ribu per kg.Kondisi ini di keluhkan oleh para pembeli yang berbelanja ke pasar.
“Pembeli sudah pasti komplen, kenapa sih harganya jadi naik.ibu mah gatau,emang dari distributor nya yang naikin harga” ungkap Hj.mamah.
Naiknya harga cabai dikarenakan pasokan dari distibutor di Lembang yang minim.Di duga kondisi ini di picu oleh cuaca yang tidak menentu dan hasil panen cabai mulai menurun.Selain itu, kenaikan harga BBM tidak menutup kemungkinan semakin melonjaknya harga cabai di pasaran.
Tidak hanya cabai, harga buncis juga merangkak naik.Selain itu, harga kebutuhan pokok lain seperti beras,daging,telur masih stabil.Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan harga kebutuhan pokok lain juga ikut melonjak karena naik nya harga BBM.




Share:

Arisan Kurban di Cibiru Hilir





Bandung – Para warga di daerah Cibiru Hilir mengadakan arisan kurban dalam rangka menyambut hari raya kurban.Para warga yang tinggal di Cibiru Hilir RT 4 RW 4 yang terdiri dari 22 orang tersebut berinisiatif mengadakan arisan kurban untuk membeli sapi dan kambing bersama-sama.

Para warga yang mengadakan arisan kurban selama 12 bulan tersebut berhasil membeli 3 ekor sapi dan 1 ekor kambing.Setiap warga mengumpulkan biaya sebesar Rp.200.000 per-orang setiap bulannya untuk membeli 3 ekor sapi, sedangkan biaya untuk membeli 1 ekor kambing di keluarkan oleh satu orang saja.

Menurut penuturan salah satu warga yang merupakan ketua RW di daerah tersebut, antusiasme warga dalam menyambut arisan kurban di sambut sangat baik oleh para warga.

“Antusias warga menyambut baik, para panitia pengurus kurban mengadakan perkumpulan arisan kurban ini malah di sambut gembira, biasa nya kan tidak ada.Kalau tahun kemarin baru satu orang.” Kata Didik haryadi, di lokasi pemotongan sapi Cibiru Hilir, Minggu (05/10/2014).

Para warga yang berhasil mengumpulkan biaya sejumlah Rp.16.800.000 untuk satu ekor sapi tersebut, berencana akan mendistribusikan daging kurban kepada 4 RT, yang selebihnya akan di distribusikan ke masyarakat luar wilayah RW tersebut.













Share:

Topeng (semua orang mempunyai kepribadian ganda)

Topeng ..

Aku ingat saat belajar psikologi komunikasi ..
Ibu dosen mengatakan ,
“Saya di sini mengajar kalian, cara berkomunikasi nya seperti ini.Tapi, jika saya sedang berbicara dengan para dosen cara berkomunikasi nya lain lagi.Karena saya kan menyesuaikan.”
Ya, semua orang mempunyai kepribadian ganda ..
Semua orang mempunyai topeng di tiap lingkungan yang berbeda,
Ketika saya mengobrol dengan lingkungan yang isinya sahabat-sahabat saya yang pertama,
“ saya menjadi diri saya sendiri, berbicara sesuka hati, tertawa hangat, berbicara tentang orang yang saya suka, dan beberapa hal ada yang saya sembunyikan sendiri”

Ketika saya mengobrol dengan lingkungan yang isinya sahabat-sahabat saya kedua,
“saya menjadi diri saya sendiri, berbicara dengan ada batasan , tertawa hangat, berbicara tentang orang yang saya suka, dan hampir semua hal saya terbuka dan ada pula yang saya sembunyikan sendiri”
Dari perbandingan diatas saya mendapat bahwa saya bisa menjadi diri saya sendiri ketika saya berada di lingkungan benar-benar sahabat-sahabat saya, ketika saya berada di zona yang paling nyaman di kehidupan.
Lalu, perbedaannya di sahabat pertama saya bisa berbicara sesuka hati dan pada sahabat kedua saya berbicara dengan batasan.. Yah, itu karena perbedaan kebudayaan.Kadang , yang menurut kita adalah candaan biasa tapi menurut kebudayaan tertentu itu merupakan singgungan dan tidak baik.Yang biasanya saya selalu to the point tapi di kebudayaan tertentu saya memerlukan basa basi bertele-tele yang sebenarnya saya tidak menguasai basa basi.

Kadang saya bingung, jika ingin bertanya saya harus mencari kalimat-kalimat basa-basi terlebih dahulu sehingga saya tidak jadi bertanya.kadang orang terlalu etnosentrisme, padahal setiap orang berbeda, tiada yang lebih baik.
Saya juga terkadang cuek, sampai saya di kritik cuek oleh teman saya, dianggap jutek dan tidak senang terhadapnya.Padahal saya selama ini hanya diam saja, bagaimana muncul kesimpulan saya tidak senang terhadapnya? Karena jujur saja, memang tidak ada pertanyaan basa-basi yang muncul di kepala saya ketika melihat dia.Saya bertanya kepada nya karena memang saya benar-benar ingin tahu, bukan karena pura-pura ingin tahu.

 Yah, ini akibat etnosentrisme juga menurut saya, karena dia pernah mengatakan menurutnya dia menganggap orang itu baik jika dia memiliki awal basa-basi yang baik saat awal perkenalan. Tapi terkadang saya bisa saja bertanya karena pura-pura ingin tahu, karena saya sudah tahu pertanyaan yang menurut orang tersebut adalah topic yang paling asyik, sehingga hanya dengan satu pertanyaan tersebut , seseorang tersebut bisa berbicara panjang lebar, mengalir apa adanya.Hingga suasana tidak garing krik-krik seperti sebelumnya.
Pada lingkungan yang lain pula, lingkungan lain pertama,
“saya bisa saja banyakan diam,kadang ngomong, tapi saya merasa nyaman di lingkungan itu, sehingga saya cukup nyaman mengikuti lingkungan itu.”

Pada lingkungan yang lain pula, lingkungan lain kedua,
“saya bisa saja banyakan diam,kadang ngomong, tapi saya tidak nyaman sama sekali dengan lingkungan itu, sehingga saya ingin segera cepat-cepat pergi dari lingungan itu, dan tidak akan pernah berhubungan dengan lingkungan itu lagi ”
Dari kedua lingkungan di atas, saya sama-sama banyakan diam karena saya memang tiada pertanyaan yang muncul, kadang muncul tapi males bertanya, dan juga tidak ada pernyataan yang muncul.
Perbedaan nyaman atau tidak nyaman yaitu karena terkadang di lingkungannya memang benar-benar nyaman , orang-orang nya asik, orang-orangnya berbaur walau saya banyak diam sebagai pendengar,memiliki kesukaan dan hobby yang sama,membuat nyaman.
Pada lingkungan kedua membuat tidak nyaman karena memang orang-orangnya memang tidak membuat nyaman, sibuk sendiri, membicarakan hal-hal pribadi yang hanya mereka saja yang tahu, kadang terkesan angkuh, dan terlalu mencari perhatian sehingga tampak berlebihan.

Biasanya hal ini terjadi karena di lingkungan ini isinya kebanyakan adalah sahabatnya sendiri yang bukan merupakan orang yang kita kenal dan tidak mau berbaur dengan yang lain.sehingga suasana tampak membosankan bagi orang-orang yang jangkauan pembicaraannya hanya umum, tidak melibatkan emosi seperti percakapan antarsahabat.
Topeng ..
Jadi setiap orang memiliki topeng, memiliki kepribadian ganda ..





Share:

Atmadilaga, Jiwa yang Bertempur

Sesosok laki - laki tampak sibuk mondar – mandir di ruangan yang penuh dengan karya seni yang berupa gambar maupun lukisan.

 Sosok lelaki berkulit gelap, rambut panjang yang diikat cepol , dengan garis-garis kerutan yang timbul di sekitar mata kanan dan kirinya di tambah dengan garis lesung pipinya, tanda bahwa ia sedang tersenyum.

 Tak seperti biasanya, Ia yang biasanya kerap mengenakan kaos polos, bertransformasi mengenakan setelan kemeja rapi berwarna putih hari itu, Ia tampak seperti bukan seniman.

 Satu – persatu orang tampak menyalaminya seakan – akan Ia baru saja memperoleh penghargaan terbaik dalam hidupnya. Faktanya, saat itu Angga Aditya Atmadilaga resmi membuka sebuah pameran sukses bernama “How To Draw” , pameran yang juga melibatkan publik (orang awam) dalam pengkaryaannya.

Angga merupakan artmanager dari acara pameran seni tersebut.Tak hanya itu, Angga yang juga merupakan seorang seniman, pengajar, pedagang, desainer, kontraktor dan juga sebagai Art Techniccal Support.Segala hal yang ia kerjakan sekarang , hal yang biasanya disebut orang-orang adalah karir, segala hal tersebut tidak lepas dari perjuangan dan pertempuran. Hal tersebut terefleksikan dari namanya “atmadilaga” yang berarti “Jiwa Yang Bertempur”, nama yang diambil dari garis keturunan sang nenek dari ibunda.

 Angga sendiri mulai diperkenankan menggunakan nama tersebut saat masuk usia Remaja, karena nama tersebut dirasa terlalu 'berat' untuk diberikan kepada Angga kecil. Arti dari 'Jiwa yang bertempur ' sendiri dilandasi pula oleh latar belakang keluarga nenek dan kakek yang memang pada masanya memiliki kemampuan dan ketertarikan pada pertempuran, baik secara fisik maupun gairah bertarungnya. Dan latar belakang itu berkembang menjadi kesadaran mental sebagai makna filosofi nama Atmadilaga.

Angga yang semasa berkuliah mengarahkan diri pada jurusan seni rupa di salah satu Universitas ternama di Indonesia yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB). Bidang Seni Rupa sebenarnya bukan bidang yang Angga tuju dalam karirnya. Keinginan memasuki bidang ini baru dimulai di akhir tingkat SMU. Saat itu Ia ingin masuk pada bidang pelajaran yang sepenuhnya impulsif, Ketika Ia bisa menjauhi logika dan hal - hal sejenisnya, ketika Ia bisa merayakan tindakan yang tiba tina.Hal itulah yang membuat Angga memilih kuliah jurusan Seni Rupa, atau Seni Murni sebutannya untuk masa itu.

Salah satu karya yang mempengaruhi Angga dalam ideologi dibidang seni yaitu ketika Ia di tingkat 1 perkuliahan. Sebuah Karya yang awalnya dibuat karena sebuah peristiwa yang cukup membuat rakyat indonesia geram, yaitu isu klaim batik oleh malaysia.

 Masalah yang di lakukan oleh negara tetangga dalam hal hak paten karya seni batik yang merupakan ciri khas dan sejatinya milik negara Indonesia, menyebabkan lahirnya ide di pikiran Angga untuk membuat sebuah karya yang berhubungan dengan hal tersebut.

 Ia pun menciptakan karya berupa es balok setinggi 1 m, dengan lebar 20 cm, dan panjang 80 cm yang didalamnya di simpan batik yang beku dalam balok es. Lalu, hasil karya menakjubkan ini di letakkan di area publik, tepat di jalan utama Kampus ITB yaitu Jalan Ganesha nomor 10 Bandung. 

Selama karya itu di publikasikan, Angga memilih untuk tidak berkuliah. Ia ingin melihat apa yang akan dilakukan mereka yang melalui dan melihat karyanya. Selanjutnya, Ia menangkap banyak hal yang menyenangkan. Mulai dari pihak yang heran bagaimana cara memasukan batik dalam es, ada juga yang menjilat es tersebut untuk memastikan benar bahwa benda dihadapannya memang Es, dingin,keras, dan mencair, 

Ada juga yang menaburi dengan garam agar es tersebut lebih lama mencair, ada pula yang memahatnya menuliskan kata cinta bagi pacarnya yang entah siapa itu. Karya ini mempengaruhi Angga untuk membuat karya yang sepenuhnya mudah diakses publik, dapat berkomunikasi dengan publik dan merayakan estetik di luar galeri. Ini ialah karya Angga yang akhirnya membuatnya mulai mencintai dan mencari makna apa definisi seni, baginya.

Ada pula hal menarik di bidang seni yang di lakukan Angga menyita perhatian publik yaitu ketika Ia dan teman – temannya menciptakan workshop karya publik dengan merespon keadaan kota bandung melalui seni. Dalam workshop itu mereka saling mengasistensi ide, konsep, gagasan visual mengenai apa yang ingin dihadirkan di lingkungan publik yang merespon suatu permasalahan tertentu.

Dari diskusi itu digagaslah sebuah karya yang merespon jeleknya jalanan kota Bandung, khususnya jalanan sumur bandung di Bandung Utara, Dago. Jalanan daerah itu begitu rusak, berkubang dan juga becek, cukup banyak kecelakaan yang terjadi di kawasan itu. Akhirnya diputuskanlah kawasan tersebut akan di set selayaknya jalur kendaraan Off Road. 

Dibuatlah bendera Start hingga Finish, Bendera pembatas jalan, dan pernak pernik lainnya yang menciptakan atmosfer Off Road. Pekerjaan yang dibuat dalam waktu 1 malam, dipasang pada dini hari, Dan esoknya terciptalah jalan offroad. Sebuah jalan umum yang beralih visual menjadi jalanan Off Road yang menarik pihak wartawan untuk memotret dan mewartakan kembali hal tersebut, yang kemudian di publish di surat kabar. 

Hal ini membuat keesokan harinya jalan tersebut langsung diperbaiki. Suatu kritik halus yang menyenangkan namun berdampak besar bagi penanganan masalah tersebut secara cepat. " Seni menjadi tajam, meski dalam bentuk yang paling riang”.

Angga memulai membangun pekerjaan di tingkat pertama kuliah, mulai dari sebagai pembuat karikatur wajah, membangun elemen estetik, desainer artistik, bahkan badut petunjuk jalan. Sedangkan untuk pekerjaan di kala itu, banyak sekali project - project yang gagal.

Tapi Angga memang berharap kegagalan banyak Ia telan ketika Ia berada di bangku kuliah, sehingga Ia bisa meminimalisir kesalahan di saat Ia sudah lulus. Hal ini juga tidak lepas dari latar belakang seni rupa Angga.Cukup banyak pihak awam yang merasa bahwa setiap anak seni rupa mampu melakukan hal hal yang berkaitan dengan kreasi, mulai dari pembuatan gambar, desain, pembuatan furniture, arsitektur, fashion, dan lainnya.

 Hal ini berkaitan erat pula dengan sikap Angga yang sering mengatakan “Ya” untuk setiap tawaran, apapun itu. Sedari kuliah Angga sepenuhnya menginap di kampus. Karena itu, Ia sudah harus membiayai segala kebutuhan dan pengeluaran.

Pernah di masa masa ini Angga menangis di Mesjid Salman, alasannya karna Angga menyadari Ia tidak memiliki uang sepeserpun untuk membayar biaya parkir agar motornya bisa keluar. Lalu, sebenarnya jikapun motornya bisa keluar Ia tak memiliki bensin untuk berpergian. 

 Di masa ini, Angga dan kawan kawannya sering makan siang bersama. Masing - masing menyumbang apa yang bisa disumbangkan, ada yang menyumbang gorengan, nasi saja, atau hanya sekedar piring, yang penting makan bersama, perasaan kesulitan ini sebenanrnya menjadi percikan romantisme yang membuat pengaruh pada kebijakan kebijakan di usaha Angga kini.

Selain itu, ada pula pengalaman dan memori semasa kuliah yang selalu Angga simpan dan dimana hal tersebut berhubungan dengan apa yang sedang Ia lakukan saat ini. Angga dulu sempat bekerja sebagai badut penunjuk arah jalan, kala itu Ia selalu kesulitan membeli material peralatan seni rupa, misalkan saja dulu untuk membeli peralatan cukil kayu seharga Rp 125.000 hingga ia memutuskan bekerja sebagai badut penunjuk jalan untuk menambah-namabah membeli peralatan kebutuhan kuliah. Tapi dari hal ini pula lahirlah sebuah tekad yang kuat dari dalam diri jiwa yang bertempur tersebut, bahwa kelak Ia harus memiliki toko art supplies, yaitu Just Art Supplies yang ada kini.

Di kampusnya, Angga sempat menjabat ketua Pagelaran Seni Budaya ITB. Sebagai seorang ketua, Angga harus memberikan loyalitas sepenuhnya kepada kegiatan yang sedang ia laksanakan. Angga harus mengesampingkan kepentingan pribadinya, termasuk mengesampingkan pendidikannnya. Jiwa yang bertempur, memang memiliki sifat seperti itu, dalam jiwanya memang sudah terlatih dan suda mengakar jiwa seorang pemimpin sejati.

Tapi, sesungguhnya karena banyaknya kegiatan project yang Ia naungi di masa kuliah, Angga kerap mengabaikan waktu kelulusannya. Baru 3 bulan sebelum masa Drop Out (D.O) bagian tata usaha menanyakan padanya apa Ia masih memiliki keinginan dan mau meneruskan pendidikan Sarjananya atau Ia hanya mau menunggu waktu D.O. 

Tentu, pilihan tersebut bukanlah keputusan yang sulit, tapi akan sulit dalam fakta pengerjaannya atas keputusan yang Ia pilih. Tapi, Angga bertekad Ia harus lulus dan sarjana. Maka dengan tekad yang ia pegang dan tanggung jawab yang telah menjadi dasar jiwanya, dalam waktu 2 bulan Ia dapat dengan sukses menyelesaikan Tugas Akhirnya.

Saat sidang berlangsung, timbul fikiran dalam kepala Angga. Ia mempertimbangkan setelah Ia lulus, Ia ingin terjun kedalam dunia militer.Tapi , mendadak fikiran atas rencana tersebut sirna. Ternyata usai sidang, Para Dosen menawarkan Angga untuk menjadi Pengajar di ITB dan tentu saja saat itu Angga langsung menerimanya.

Setelah Angga lulus, Ia tak memiliki hal apapun selain selembar kertas yang didapatkan dengan tindakan keras pengerjaan lembaran – lembaran dibawah tekanan D.O yang menentukan apakah Ia layak atau tidak mendapati selembar kertas tersebut, Ijazah.

 Saat itu, menjadi asisten pengajarpun belum mendapatkan penghasilan yang cukup baginya, karena sebagian penghasilan asisten yang Ia dapatkan akan ditukarkan dengan beasiswa saat menempuh S2, untuk meraih selembar kertas yang tingkatan nilainya lebih tinggi dari yang sebelumnya Ia peroleh.

Untungnya, waktu lalu sebelum lulus, Angga telah mengasah mentalnya. Ia membiasakan diri mengambil segala resiko. Ia pikir dengan usianya yang masih muda, akan ada waktu jikapun Ia melakukan suatu kesalahan. 

Maka setelah lulus, Angga mengambil resiko yang besar dengan meminjam lembaran – lembaran kertas yang digunakan semua manusia (kecuali beberapa suku tertentu) untuk melakuan transaksi demi memenuhi kebutuhan ataupun keinginan hidup. Angga pun segera mencari Bank yang dapat menerima Ijazah sebagai Agunan pinjaman.

 Terdapat beberapa Bank yang menrima Ijazah Cap Gajah bergading satu itu. Ia pun menggadaikan ijazah tersebut dengan harga dua puluh juta rupiah. Lalu, Angga yang sebelumnya telah berdiskusi dengan temannya, sepakat untuk membuat usaha Art Supplies Online (penyuplai barang – barang seni yang dilakukan melalui media sosial) yang selama ini menjadi ambisi utama yang tak terlupakan sejak jaman kuliah. Art Supplies Online tersebut bernama Gudang Mesiu, yang teletak di daerah Gatot Subroto. Jual – beli Gudang Mesiu dilakukan melalui sebuah Blog pada tahun 2011.

Ambisi dan mimpi Angga untuk memiliki Art Supplies memang telah ia dapatkan. Tapi, 3 bulan setelah launchingnya Gudang Mesiu, Angga menyadari bahwa bangkrut. Tak hanya itu, tabungannya juga habis ! habis karena 2 hal, pertama Ia keliru membeli barang dengan perputaran uang yang lambat dan barang yang rentan rusak.

 Lalu hal yang kedua ialah banyaknya teman Angga yang meminjam uang padanya yang ia tidak dapat menolak meminjamkan saat itu, dan ia pun tahu ia tidak bisa menagihnya. Di situ Angga berpikir bagaimana caranya agar Ia dapat membayar cicilan hutang sebesar Rp 1,2 juta perbulan yang tidak sebanding dengan pendapatannya yang hanya sebesar Rp 120.000 per-bulan di tahun 2011. Jauh dari Upah Minimum Regional (UMR) paling minim pun jauh dari kata “YA”.

Maka akhirnya selain menjual art supplies, Angga menambahkan layanan jasa konsultasi estetik. Mulai dari pekerjaan interior, patung, landscape dan penciptaan karya seni. Dengan metode ini Angga bisa menjual jasa layanan konsultasi plus dengan tawaran pembuatannya yang berarti menggunakan material miliknya.

Ide ini tak berjalan terlalu buruk, tapi setidaknya pas sekali dengan biaya yang dibutuhkan untuk membayar biaya cicilan bank. Selama 6 bulan pertama, yang Angga dan temannya lakukan ialah bertahan, tidak ada keuntungan. Salah satu keuntungan yang Ia kenang selama 6 bulan itu adalah Ia dan temannya bisa membeli sepatu boots seharga Rp 180.000 untuk dua pasang. harga yang sangat murah, namun cukup bergaya di kala itu.

Selanjutnya, Ia dan temannya mulai bisa kredit motor dari sistem kerja ini. Motor yang mereka butuhkan untuk pengerjaan pembangunan proyek bambu di lembang. Tapi,tak ada keuntungan besar yang mereka dapatkan karena klient mereka belum ingin terlalu membayar mahal untuk jasa konsultasi. 

Selain itu, mereka kerap salah melalakukan perhitungan anggaran biaya, jelas, banyaknya penipuan yang mereka alami. Pernah mereka mengalami penipuan oleh tim pekerja yang sebenranya sudah menjadi langganan mereka. Mereka memesan bambu seharga 25 juta, untuk dikirimkan pada tempat mereka kerja di 3 hari menjelang acara. Ternyata, bambu tidak datang dan mereka harus mengganti rugi kepada panitia. Tiba - tiba saja mereka memiliki hutang begitu banyak akibat penipuan dan juga denda yang besar.

Akhirnya masa itu tiba, masa ketika kejenuhan mulai terasa. Mental Angga dan teman – temannya nya diuji, saat salah satu dari tiga orang temannya akhirnya memilih mundur. Akhirnya Gudang Mesiu resmi diberhentikan, dengan menyisakan hutang yang masih harus dibayar selama 2 tahun kedepan.

Beberapa waktu berselang hal tersebut, Angga mendapatkan panggilan dari temannya yang mengatakan bahwa ada satu perusahaan yang tertarik dengan konsep Gudang Mesiu, yakni penjualan Art Supplies Online. Perusahaan tersebut mengajak Angga bekerjasama dan pemilik perusahaan tersebut meminta Angga untuk membangun medialukis.com. Dengan biaya investasi yang sangat besar bagi Angga dan temannya di saat itu. Maka dimulailah proyek pembangunan medialukis. com yang memakan waktu 2 tahun karna ada 1700 produk yang harus di setting sistem penjualan dan promosinya dengan pengerjaan mulai dari 0, baik itu konten, desain web, pembangunan web, data internal, dan banyak hal lainnya.

Angga sudah cukup nyaman dalam project ini, secara pendapatan dan waktu kerja seharusnya tidak ada masalah. Namun Jiwa yang bertempur enggan diam, dia selalu mencari apa yang bisa membakar dirinya, maka Ia memutuskan untuk berkeliling bandung, berhujan hujan ria, memikirkan apa yang ingin dilakukan berikutnya. 

Lalu, ketika Ia mengingat namanya, terbelesitlah untuk memasukan kata Art pada usaha miliknya dan tercetuslah ARTMADILAGA. Ia pun mulai membangun manajemen Artmadilaga dan memasukan namanya untuk terdaftar sebagai badan hukum. Artmadilaga yang Angga jalankan sendiri melanjutkan Gudang Mesiu yang Ia kembangkan dengan penambahan beberapa hal terkait Managemen Seni dan Budaya.

Angga pun memeiliki 2 pekerjaan utama yakni Artmadilaga dan medialukis. Namun di tahun 2015 ini Ia memutuskan keluar dari medialukis, hal ini terkait dengan keadaanku yang sulit menerima kebijakan investor sekaligus pemiliksaham besar medialukis mengenai sebuah project. Akhirnya Angga memutuskan melepas medialukis dan juga How To Draw penuh.

 Angga akan memulai kembali dari Nol. Hal ini mengajarinya bahwa Ia tak ingin kembali berhubungan dengan investor. Alasannya, Ia tak pernah bisa mengetahui hal sebenarnya yang diinginkan seorang investor terkait kebijakan suatu perusahaan. Ia lebih memilih berhubungan dengan Bank, yang tak pernah mencampuri kebijakannya sejauh Ia "mensuapinya" dengan rutin " . Di tahun 2016 akan ada banyak hal yang Ia dan tim manajemennya rencanakan untuk mereka launching, semua di bahwa managemen Artmadilaga :)




































Share:

Sopir taksi Vs Gojek



Video kerusuhan antara supir taksi dan Go- Jek tersebar luas di youtube. Kericuhan ini terjadi di Jalan Gerbang Pemuda, Senayan, Selasa (22/3) dekat dengan lokasi aksi demonstrasi supir taksi yang bergabung dalam Paguyuban pengemudi Angkutan Darat, yang menuntut aplikasi layanan transportasi online Uber dan Grab di depan Gedung DPR/MPR RI Jakarta.

Kejadian ini berawal dari supir taksi pendemo melakukan aksi penyisiran terhadap beberapa pengemudi Go - Jek yang melintas karena para supir taksi mendengar kabar bahwa ada supir taksi yang dianiaya oleh Go- Jek.
Penyisiran yang dilakukan sebanyak tiga kali terhadap tiga orang pengendara Go - Jek yang berhasil diselamatkan oleh polisi yang berjaga disekitar lokasi tersebut. Sekitar pukul 12.30 WIB dari arah Gedung Kementrian Pemuda Olahraga datang segerombolan pengendara motor yang memakai atribut Go - Jek datang menghampiri lokasi demo supir taksi.
Kerusuhan antara Go - Jek dan supir taksi pun tak dapat di hindarkan. Polisi yang berada di lokasi kejadian tidak dapat menghentikan aksi tersebut akibat kekurangan personil akibat aki yang tiba - tiba tersebut.
Untungnya tidak ada korban tewas akibat kerusuhan ini, karena dengan sigap Polda metro Jaya turun ke lokasi kejadian untuk membubarkan kerusuhan ini.



Share:

Doa Jokowi Terkabul, Juara All England Berhasil di Raih

Doa Jokowi akhirnya terkabul, Praveen dan Debby akhirnya berhasil meraih juara pertandiangan bulu tangkis di Final All England, Minggu (13/06/2016).

Sebelumnya Presiden Republik Indonesia tersebut berharap dan meminta dukungan kepada masyarakat pada account twitternya, agar turut serta mendoakan duo ganda tersebut di Final All England.
Kemenangan ini pun tak luput membuat Jokowi kembali membuat twitt lanjutan untuk mengucapkan selamat atas kemenangan tersebut . Jokowi juga menambahkan kata luar biasa pada awal tulisannya, sebagai wujud kebanggannya kepada Praveen dan Debby.


Praveen/Debby, luar biasa. Selamat Juara All England! Saya dan seluruh rakyat Indonesia sangat bangga -Jkw
6,424 retweets3,561 likes
Reply

Retweet
  
6.4K


Like
  
3.6K


More

Pertandingan Final bulu tangkis ganda ganda Indonesia tersebut berhasil menang setelah mengalahkan pemain ganda Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Crstinna Pederon, dengan skor 21 - 12 dan 21 - 17.



Share:

Popular Posts

Definition List

Unordered List

Support